Ide merupakan sebuah konsep dan gagasan dari pemikiran seseorang. Dalam dunia usaha, ide merupakan suatu gagasan yang digunakan sebagai rancangan awal dalam memulai sebuah bisnis yang bertujuan untuk menentukan arah ke depan usaha tersebut agar dapat maju dan berkembang. Memilih ide membutuhkan ketelitian dan sangat penting karena selain membutuhkan gagasan, ide juga perlu menentukan sebuah pemikiran yang matang.

Dalam
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), ide atau gagasan adalah rancangan yang
tersusun di pikiran. Sedangkan kata bisnis secara historis berasal dari bahasa
Inggris “business” dari kata dasar “busy” yang artinya sibuk. Sibuk ini dalam
artian sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan. Sumber
ide digunakan sebagai referensi yang bisa datang dari mana saja dan kapan saja.
Tentunya harus sesuai dengan kemampuan yang dimiliki si pelaku bisnis.
Sumber-sumber ide bisnis yang dapat digunakan sebagai acuan dalam memulai
berbisnis adalah sebagai berikut.
1.
Kebutuhan
dan Permintaan Pasar.
Ide bisnis yang didasarkan pada kebutuhan dan permintaan pasar akan menjadikan usaha tersebut dibutuhkan oleh konsumen sehingga produk yang akan dihasilkan akan mudah dijual dan dapat menjadikan bisnis berjalan selama ada kebutuhan dan permintaan dari pasar.
Misalnya, Anda melihat banyak orang yang membutuhkan kebutuhan pokok, maka Anda dapat membuat agen kebutuhan pokok seperti gula putih, tepung terigu, telur, dan lain-lain. Tentunya harga yang lebih miring daripada harga di warung atau supermarket akan membuat ide bisnis Anda dapat berjalan dan berkembang.
2.
Keahlian
dan Keterampilan
Ide bisnis yang bersumber dari keahlian akan membuat si pelaku bisnis akan berbeda dari yang lain, karena sedikit sekali orang yang memiliki keahlian. Ini justru akan sangat menguntungkan sekali dalam menjalankan bisnis dengan kata lain hanya memiliki pesaing yang sedikit. Selain itu, jika keterampilan yang dimiliki dapat dikembangkan dalam waktu yang lama akan dapat menjadi ladang bisnis.
Keahlian dapat dimiliki dengan hasil belajar, bukan hanya dengan mengenyam pendidikan formal seperti sekolah, namun dapat dimiliki dari pendidikan non formal misalnya kursus atau pelatihan. Misalnya, seseorang pada masa dulu pernah mengikuti kursus menjahit, maka dapat dimanfaatkan keahlian yang dimiliki sebagai suatu bisnis atau usaha.dengan memiliki keahlian itu, ia dapat mengembangkan keahlian untuk menjadi seorang desainer dan membuka butik tanpa harus menjadi seorang penjahit.
Selain itu, ia juga dapat mendirikan sebuah konveksi dalam bisnis bidang fashion. Tidak hanya itu saja, ia dapat membuka gerai atau toko fashion sendiri karena telah memiliki dasar yang dapat digunakan untuk menganalisa kualitas produk yang akan seseorang itu jual. Sehingga keahlian yang dimiliki dapat menjadi ladang bisnis dan tentunya menguntungkan.
3.
Hobi
atau Minat
Bisnis yang didasarkan pada hobi atau minat akan menjadikan seseorang atau pelaku bisnis akan betah pada bisnis tersebut dan menjadikan seseorang akan fokus pada bisnis yang sedang dijalankannya. Hobi atau minat cukup efektif dalam membangun motivasi dan percaya diri seseorang untuk mandiri dan tidak merasa terbebani, karena ia melakukan kegiatan tersebut berdasarkan hal yang disukai.
Misalnya, seseorang memiliki hobi bercocok tanam. Ia dapat menyalurkan hobinya sekaligus mendapatkan penghasilan, seperti pepatah “sambil menyelam minum air”. Dengan hobinya itu ia dapat menjadi petani produk agriculture tertentu atau dapat membuat produk pangan yang organik. Dengan didasari hobi, maka ia tidak akan merasa terbebani malah ia akan menikmati bisnisnya itu dan tidak akan cepat jenuh.
4.
Kreativitas
Seseorang yang memiliki kreativitas dalam menciptakan suatu produk yang unik dan bermanfaat bagi banyak orang dapat dikatakan sebagai sumber ide bisnis. Karena, dengan adanya kreativitas produk yang dihasilkan akan memiliki daya tarik tersendiri bagi banyak konsumen.
Misalnya, seseorang memiliki bakat dalam menggambar. Kemudian, ia memiliki ide untuk menggambar pada barang-barang yang tidak terpakai agar terlihat menarik untuk dijual. Maka, ia akan mendapatkan penghasilan jika ia kreatif dalam memanfaatkan bakat dan pengolahan barang yang tidak terpakai. Atau hal lain seperti ia dapat membuat sesuatu yang unik dan dapat dijadikan ladang bisnis.
5.
Jaringan
dan Relasi
Ide bisnis yang berdasarkan pada jaringan dan relasi memiliki keuntungan dengan adanya tingkat kepercayaan yang baik. Karena semakin meluasnya jaringan dan relasi, maka akan semakin besar pula kesempatan untuk menawarkan barang atau jasa yang dimiliki. Bersilaturahmi merupakan kunci dari datangnya rejeki berupa relasi yang akan membentuk menjadi jaringan yang digunakan sebagai sumber ide bisnis.
Misalnya, saya bertemu dengan teman lama dan merencanakan untuk bertemu. Sampai ditempat yang ditentukan ternyata ia membawa temannya. Bukan tidak mungkin saya akan berkenalan dengan teman dia dan meminta nomor yang dapat dihubungi untuk menjalin silaturahmi. Dengan demikian, saya dapat menawarkan bisnis saya ke mereka dan bisa saja mereka tawarkan kepada orang lain.
6.
ATM
(Amati, Tiru, dan Modifikasi)
Ide bisnis ini merupakan yang paling mudah untuk dilaksanakan. Dimulai dari membuat barang atau jasa yang sudah ada bukanlah hal sulit dan rumit karena tidak memerlukan sesuatu yang baru yang membutuhkan riset dan persiapan yang khusus. Mengamati sesuatu di sekitar kita pun dapat menjadi peluang bisnis, pengamatan perlu jika seseorang yang ingin menjalankan bisnis secara mandiri.
Dengan mengamati, dapat diketahui peluang bisnis dengan berbagai kebutuhan pasar yang belum terpenuhi dan dapat dijadikan sebagai lahan bisnis. Serta identifikasi kebutuhan yang belum terpenuhi dapat menjadi peluang bisnis yang bisa terus dikembangkan.
Misalnya, dari hasil pengamatan, seseorang dapat melihat banyaknya pasangan suami istri yang bekerja hingga mereka kekurangan waktu untuk mengurus rumah dan mengasuh anak. Maka, dari situasi tersebut ia dapat mendirikan sebuah biro jasa penyaluran tenaga asisten rumah tangga yang pastinya legal. Dari hal ini bukan hanya mendapatkan ladang bisnis tetapi sekaligus dapat membantu orang lain.
7.
Nasihat
atau Saran
Mencari ide bisnis dengan cara meminta nasihat dari orang-orang sukses merupakan hal yang baik karena dapat belajar banyak dari pengalaman orang tersebut tanpa harus merasakan gagal terlebih dahulu serta dapat mengetahui langkah-langkah yang harus dilaksanakan.
Misalnya, seseorang mengikuti seminar tentang bisnis. Lalu, ia bertanya pada sang narasumber bagaimana kiat-kiat yang baik dalam menjalankan bisnis. Atau bisa saja bertanya kepada teman yang sudah memulai bisnis terlebih dahulu agar lebih paham. Maka, dengan begitu kita dapat mencari ide untuk bisnis sekaligus hal yang menyangkut dalam bisnis.
8.
Pengalaman
dan Pekerjaan
Pengalaman adalah guru terbaik untuk dijadikan sebagai sumber ide bisnis. Baik pengalaman pribadi atau pengalaman orang lain. Biasanya pengalaman yang buruk akan mendapatkan kesan tersendiri dan sulit untuk dilupakan, namun bukan berarti harus dihindari tetapi harus dipelajari agar terhindar dari kesalahan yang berulang. Dengan mempelajari dan mencari penyelesaian masalah kemudian memicu munculnya ide cemerlang yang dapat digunakan sebagai ladang bisnis.
Dengan demikian, pengalaman kerja yang diperoleh karena jenis pekerjaan yang pernah dan sedang ditekuni. Selain itu, merupakan sumber yang sangat besar untuk menghasilkan ide-ide bisnis yang tepat. Seseorang yang sudah menekuni jenis pekerjaan sejak lama, ia akan dapat memahami betul jenis bidang usaha apa saja yang berhubungan secara langsung maupun secara tidak langsung dengan pekerjaannya itu.
Misalnya, seseorang yang memiliki pengalaman buruk ketika bepergian ke suatu tempat menggunakan angkutan antar jemput dengan fasilitas yang tidak memadai dan pelayanannya yang sangat tidak memuaskan. Padahal usaha dalam bidang jasa seharusnya mengedepankan pelayanan yang baik pada konsumen. Dengan pengalaman tersebut, dapat dijadikan ide bisnis dengan mendirikan usaha perjalanan angkutan antar jemput dengan fasilitas yang lebih dan pelayanannya yang lebih ramah kepada konsumen.
9.
Penemuan
Secara Tidak Sengaja
Ide bisnis ini dapat terjadi ketika seseorang yang melihat sesuatu berupa benda yang dapat membangkitkan daya imajinasi. Dari penemuan tersebut dapat menciptakan sesuatu berdasarkan hasil imajinasinya.
10. Pencarian Ide dengan Penuh
Pertimbangan
Sebuah ide awal dapat muncul dari percobaan yang dilakukan untuk menemukan ide baru. Usaha pencarian sedemikian rupa dapat berguna karena hal tersebut dapat merangsang kesiapan pikiran. Salah satu cara membangkitkan ide awal adalah membaca tentang kreativitas pelaku bisnis lain.
Misalnya, pelaku usaha yang berpikir serius mengenai
ide bisnis baru yang akan lebih cepat mendapatkan ide baru dari berbagai
sumber. Majalah atau tabloid merupakan sumber yang bagus untuk memperoleh ide
awal. Ide awal kadang membutuhkan waktu yang panjang untuk penyaringan dan
testing. Hampir seluruh ide membutuhkan studi yang hati-hati dan modifikasi
sebagai pembukaan untuk pendekatan bisnis.
Semoga bermanfaat.
Sumber: https://www.wisklik.com/2018/03/macam-sumber-ide-bisnis-yang-inspiratif.html
https://www.ariesrutung.com/2018/05/konsep-ide-bisnis-kewirausahaan.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar