Hai, salam kenal dari saya bagi para pembaca blog ini semoga selalu diberikan kesehatan di masa pandemi COVID-19 ini. Masih membahas tentang dunia bisnis, yaitu Business Model Canvas (BMC), pada kesempatan kali ini saya akan membagikan tutorial tentang “My Idea Business Model Canvas (BMC)”.
Dalam menggunakan Business Model Canvas (BMC), tentu
harus diketahui dahulu blocks utama dari Business Model Canvas (BMC). Untuk
mengetahui apa saja isi blocks utama dari Business Model Canvas (BMC), saya
sudah menjelaskannya pada postingan sebelumnya berjudul “Business Model Canvas”. Bagi yang belum membaca postingan tersebut, bisa klik link ini ya
Ketika ingin memulai sebuah bisnis, kita harus mengidentifikasi
dahulu tentang plan atau ide bisnis yang akan kita buat dan jalankan. Hal yang
harus dilakukan terdiri dari:
1. Executive
Summary Idea Business.
2. First
5 Blocks of Business Model Canvas (BMC)
a. Customer
Segments
b. Value
Propositions
c. Channels
d. Customer
Relationship
e. Revenue
Streams
1.
Executive
Summary Idea Business
Hal pertama yang dilakukan adalah menuliskan executive summary. Tujuannya adalah memberikan penjelasan secara ringkas dari gagasan yang akan dikembangkan dalam idea business dan diusahakan tidak lebih dari satu halaman. Dengan membuat ringkasan ini, tentu akan membantu Anda dalam memastikan bagian-bagian dari setiap analisis masuk akal dan dapat saling mendukung secara logis dan terarah.
Contoh ide bisnis yang saya miliki adalah bisnis Dessert Box yang akan saya buat dengan
ringkasan Executive Summary.
Makanan adalah sebuah kebutuhan pokok bagi makhluk
hidup. Manusia membutuhkan makanan berat rata-rata tiga kali
dalam sehari demi mencukupi kebutuhan energinya dalam beraktivitas. Selain makanan
berat, manusia juga membutuhkan makanan yang manis jika enggan untuk makan nasi
atau sedang terburu-buru tidak sempat sarapan atau bisa juga ketika sedang
ingin makan makanan manis namun tidak bisa atau malas untuk membuatnya.
Adapun hal-hal yang saya tawarkan dalam bisnis yang saya bangun untuk membedakan Viara Cake and Bakery dengan kompetitor atau pesaing lain, yaitu:
- Dessert box yang akan saya buat hadir dalam berbagai varian, yaitu Coklat Turkish, Red Velvet, Oreo, Milo, dan Pandan.
- Harga yang saya tawarkan cukup terjangkau yaitu berkisar antara Rp. 20.000 – Rp. 50.000,-.
- Pelayanan yang saya berikan kepada pengunjung atau konsumen adalah yang terbaik dan tentunya ramah.
- Tempat yang saya gunakan dalam merintis bisnis diusahakan selalu dalam keadaan bersih dan rapi serta nyaman.
- Pembeli atau pengunjung bisa untuk makan ditempat atau dibawa pulang.
- Desain tempat yang akan saya buat menjadi minimalis namun tetap nyaman untuk dikunjungi.
Viara Cake and Bakery rencananya akan saya buka di sekitar Bekasi, Jawa Barat. Rencana jangka menengah yang akan saya lakukan dalam mengembangkan bisnis saya ini adalah membuka cabang di sekitar Bekasi bahkan Jakarta. Rencana jangka panjang dari bisnis ini adalah membuka cabang di seluruh kota di Indonesia. Dessert box hadir dalam beberapa varian rasa, ada rasa Coklat Turkish, Red Velvet, Oreo, Milo, dan Pandan. Tentunya disukai dari berbagai kalangan, baik anak-anak hingga dewasa. Dengan harga yang cukup terjangkau berkisar antara Rp. 20.000 - Rp. 50.000,-. Dengan harga yang cukup terjangkau bisa mendapatkan makanan yang enak, sehat, tanpa bahan pengawet, dan halal tanpa perlu merogoh kocek dalam-dalam.
Dalam menjalankan usaha dessert box pada Viara Cake and Bakery ini saya ingin menggunakan prinsip berusaha dengan Giat, Inovatif, Terampil, Rajin, dan Ramah. Dengan demikian, dapat meningkatkan kualitas dari penjualan produk yang akan saya jual. Menjalankan bisnis agar mencapai kesuksesan adalah dengan melakukan kegiatan bisnis ini dengan sikap yang giat, tekun, dan ada rasa tanggung jawab. Karena, tugas seorang pengusaha adalah dapat mempertanggungjawabkan produknya kepada konsumen. Selain itu, dilakukan dengan bekerja secara inovatif. Karena, bisnis ini akan menciptakan produk baru dengan rasa yang enak, sehat, tanpa bahan pengawet, dan halal dari sebelumnya.
Dengan bekerja secara terampil yang diperlukan dalam membuat sebuah produk untuk membangun sebuah bisnis yang mampu menciptakan produk unik dan menarik. Menjalankan bisnis secara rajin yaitu bisa dalam bekerja atau pun menghormati satu sama lain. Hal ini merupakan untuk membentuk sebuah bisnis yang dijalankan menuju kesuksesan. Dan yang tidak kalah penting adalah menjalankan bisnis secara ramah. Tentunya hal ini akan membawa dampak baik bagi bisnis ini. Dengan keramahan dari pengusaha maka konsumen yang datang pun akan merasa senang dan lebih dihargai.
2. 5 Blocks Business Model Canvas (BMC)
Setelah membuat Executive Summary Idea Business, selanjutnya menentukan atau membuat 5 blok pertama dari Business Model Canvas (BMC) atau Bisnis Model Canvas. 5 blok tersebut terdiri dari Customer Segments, Value Propositions, Channels, Customer Relationship, Revenue Streams dari ide bisnis Anda.
1. Customer Segments (CS)
CS menunjukkan sekelompok orang atau organisasi yang berbeda, yang ingin dicapai atau dilayani suatu perusahaan. Customer merupakan inti dari semua business model karena dengan tanpa (profitable) customer, perusahaan tidak akan mampu bertahan lama.perusahaan haus mendefinisikan dengan jelas, segmen customer yang harus dilayani, mana yang perlu untuk dihindari. Dalam block ini perlu menentukan segmen pelanggan yang akan menjadi target bisnis Anda.
2. Value Propositions (VP)
VP dapat dikatakan sebagai
penjelasan dan rincian dari keunggulan suatu produk dan apa saja sebenarnya
poin-poin yang dapat mendatangkan banyak manfaat yang ditawarkan dari
perusahaan bagi target pelanggannya. VP dapat memecahkan masalah customer atau
dapat memenuhi kebutuhannya dan bersifat inovatif serta merepresentasikan
penawaran yang baru dan disruptive atau memiliki sifat sama atau sejenis dengan
yang sudah ada tetapi dengan beberapa tambahan fitur.
3. Channels (CH)
Channels memaparkan bagaimana sebuah perusahaan dalam berkomunikasi dan menggapai segmen customer mereka dalam men-deliver VP. Komunikasi, distribusi, dan penjualan merupakan interface antara perusahaan dan pelanggan. Channels merupakan customer touch point yang dapat memainkan peran penting dalam customer experience. Channels dapat dibedakan menjadi dua tipe, yaitu Direct (tenaga penjual atau sales, website, atau toko pribadi) dan Indirect (partner stores, atau wholesaler). Channels terdiri dari 5 fase, yaitu Awareness, Evaluation, Purchase, Delivery, dan After Sales.
4. Customer Relationship (CR)
CR memaparkan jenis relasi yang dibangun oleh perusahaan dengan pelanggan. Perusahaan harus menentukan jenis relasi dengan pelanggan, apakah personal atau automated karena relasi yang pilih sangat menentukan bagaimana customer experience yang dihasilkan.
5. Revenue Streams (RS)
RS merepresentasikan cash yang di generate dari tiap customer segmen dengan biaya yang harus dikurangi dari pendapatan atau revenue untuk mendapatkan nilai keuntungan. Tiap-tiap RS dapat memiliki mekanisme pricing yang berbeda, seperti fixed list, lelang, tawar-menawar, volume-dependent, yield management, dan market-dependent.
1.
Customer Segments : Siapa
yang akan membeli produk anda? Siapa yang mau membayar Anda?
2.
Value Proposition : Mengapa
orang memilih untuk menggunakan produk atau jasa Anda? Apa keunggulan bisnis Anda
dibanding kompetitor yang lain? Apa yang paling menarik dari model bisnis Anda?
3.
Channels : Bagaimana
cara pelanggan dapat mengetahui produk atau jasa yang Anda tawarkan? Bagaimana
cara produk atau jasa bisa sampai ke tangan pelanggan? Apakah cara itu efektif?
4. Customer Relationship : Bagaimana cara Anda untuk selalu connect dengan pelanggan? Bagaimana Anda memastikan pelanggan puas setelah menggunakan produk atau jasa Anda?
5. Revenue Streams : Bagaimana cara bisnis Anda menghasilkan uang? Apa saja produk atau jasa yang Anda jual?
Contoh first 5 blocks Business Model Canvas (BMC)
Dissert Box


Tidak ada komentar:
Posting Komentar