Kamis, 22 Oktober 2020

My Idea Business Model Canvas (BMC)

Hai, salam kenal dari saya bagi para pembaca blog ini semoga selalu diberikan kesehatan di masa pandemi COVID-19 ini. Masih membahas tentang dunia bisnis, yaitu Business Model Canvas (BMC), pada kesempatan kali ini saya akan membagikan tutorial tentang “My Idea Business Model Canvas (BMC)”.



 

Dalam menggunakan Business Model Canvas (BMC), tentu harus diketahui dahulu blocks utama dari Business Model Canvas (BMC). Untuk mengetahui apa saja isi blocks utama dari Business Model Canvas (BMC), saya sudah menjelaskannya pada postingan sebelumnya berjudul “Business Model Canvas”. Bagi yang belum membaca postingan tersebut, bisa klik link ini ya https://noviacandrap.blogspot.com/2020/10/business-model-canvas-bmc.html

 

Ketika ingin memulai sebuah bisnis, kita harus mengidentifikasi dahulu tentang plan atau ide bisnis yang akan kita buat dan jalankan. Hal yang harus dilakukan terdiri dari:

1.      Executive Summary Idea Business.

2.      First 5 Blocks of Business Model Canvas (BMC)

a.       Customer Segments

b.      Value Propositions

c.       Channels

d.      Customer Relationship

e.       Revenue Streams

 

1.      Executive Summary Idea Business

Hal pertama yang dilakukan adalah menuliskan executive summary. Tujuannya adalah memberikan penjelasan secara ringkas dari gagasan yang akan dikembangkan dalam idea business dan diusahakan tidak lebih dari satu halaman. Dengan membuat ringkasan ini, tentu akan membantu Anda dalam memastikan bagian-bagian dari setiap analisis masuk akal dan dapat saling mendukung secara logis dan terarah.

 

Contoh ide bisnis yang saya miliki adalah bisnis Dessert Box yang akan saya buat dengan ringkasan Executive Summary.

    Makanan adalah sebuah kebutuhan pokok bagi makhluk hidup. Manusia membutuhkan makanan berat rata-rata tiga kali dalam sehari demi mencukupi kebutuhan energinya dalam beraktivitas. Selain makanan berat, manusia juga membutuhkan makanan yang manis jika enggan untuk makan nasi atau sedang terburu-buru tidak sempat sarapan atau bisa juga ketika sedang ingin makan makanan manis namun tidak bisa atau malas untuk membuatnya.

 Dessert Box merupakan sebuah hidangan atau makanan manis dengan bahan dasar cake yang disusun sedemikian rupa hingga berlapis-lapis yang menggunakan wadah box yang tentunya aman untuk digunakan. Produk yang akan saya buat ini merupakan produk asli yang dibuat oleh Viara Cake and Bakery dengan chef-chef profesional dan menggunakan bahan-bahan yang berkualitas. Viara berasal dari nama saya, No(via) Cand(ra) Peratiwi.

 Peluang yang saya miliki jika membangun Viara Cake and Bakery dengan hadirnya dessert box adalah saya akan membangun Viara Cake and Bakery di tengah-tengah wilayah perkotaan yang ramai penduduk sehingga mudah dijangkau oleh banyak orang. Baik yang dekat dengan perkantoran, pusat perbelanjaan, atau bisa juga dekat dengan sekolah atau kampus. Saya juga akan menyediakan tempat untuk bisa menyantap makanan tersebut di depan toko agar pengunjung dapat bersantai sejenak sambil menikmati dessert box ini ketika ingin di makan langsung.

 

Adapun hal-hal yang saya tawarkan dalam bisnis yang saya bangun untuk membedakan Viara Cake and Bakery dengan kompetitor atau pesaing lain, yaitu:

  • Dessert box yang akan saya buat hadir dalam berbagai varian, yaitu Coklat Turkish, Red Velvet, Oreo, Milo, dan Pandan.
  • Harga yang saya tawarkan cukup terjangkau yaitu berkisar antara Rp. 20.000 – Rp. 50.000,-.
  • Pelayanan yang saya berikan kepada pengunjung atau konsumen adalah yang terbaik dan tentunya ramah.
  • Tempat yang saya gunakan dalam merintis bisnis diusahakan selalu dalam keadaan bersih dan rapi serta nyaman.
  • Pembeli atau pengunjung bisa untuk makan ditempat atau dibawa pulang.
  • Desain tempat yang akan saya buat menjadi minimalis namun tetap nyaman untuk dikunjungi.

 

    Viara Cake and Bakery rencananya akan saya buka di sekitar Bekasi, Jawa Barat. Rencana jangka menengah yang akan saya lakukan dalam mengembangkan bisnis saya ini adalah membuka cabang di sekitar Bekasi bahkan Jakarta. Rencana jangka panjang dari bisnis ini adalah membuka cabang di seluruh kota di Indonesia. Dessert box hadir dalam beberapa varian rasa, ada rasa Coklat Turkish, Red Velvet, Oreo, Milo, dan Pandan. Tentunya disukai dari berbagai kalangan, baik anak-anak hingga dewasa. Dengan harga yang cukup terjangkau berkisar antara Rp. 20.000 - Rp. 50.000,-. Dengan harga yang cukup terjangkau bisa mendapatkan makanan yang enak, sehat, tanpa bahan pengawet, dan halal tanpa perlu merogoh kocek dalam-dalam.

     Strategi pemasaran yang saya lakukan yaitu, mengundang konsumen atau pengunjung, dan meningkatkan pembelian dengan berbagai bentuk promosi. Area pemasaran utama adalah di sekitar wilayah Bekasi yang sebagai pusat dari Viara Cake and Bakery yang akan saya bangun. Promosi yang akan saya lakukan adalah dengan menggunakan media elektronik yaitu online shop di berbagai sosial media yang saat ini sedang digandrungi banyak orang seperti Instagram dan Facebook, atau bisa juga melalui WhatsApp. Selain itu, saya juga akan melakukan promosi menggunakan pamflet, brosur atau banner. Tidak hanya itu, promosi yang dilakukan dari mulut ke mulut dengan mendatangi langsung kelompok-kelompok yang ada di wilayah tersebut merupakan salah satu bentuk promosi 

     Pasar sasaran atau target dari Dessert Box yang akan saya buat adalah anak-anak, remaja, dan dewasa yang ada di sekitar lokasi setempat. Karena, produk ini memang cocok untuk berbagai kalangan, namun lebih disetting khusus untuk diminati anak-anak dan remaja. Bisnis ini berharap tingkat pembelian ulang oleh konsumen cukup tinggi dan konsumen yang berdatangan akan terus-menerus datang hingga akhirnya menjadi pelanggan tetap. Persaingan yang berkaitan dengan produk yang saya ingin jual terbilang masih dapat di tangani dengan mutu kualitas produk yang saya akanjual di sekitar wilayah Bekasi cukup baik. Kemudian dari segi harga, saya rasa harus bersaing dengan pemilik toko cake and bakery lainnya yang juga menawarkan harga terjangkau. Walaupun demikian, hal tersebut justru akan memberikan motivasi bagi saya untuk terus melakukan inovasi dan kreasi saat merasakan persaingan tersebut saat praktek bisnis nantinya.Tentunya dengan menonjolkan kelebihan-kelebihan yang tidak dimiliki oleh pesaing atau kompetitor saya lainnya, dan berbagai potensi yang masih terpendam yang dapat saya bangun nantinya.

 

Dalam menjalankan usaha dessert box pada Viara Cake and Bakery ini saya ingin menggunakan prinsip berusaha dengan Giat, Inovatif, Terampil, Rajin, dan Ramah. Dengan demikian, dapat meningkatkan kualitas dari penjualan produk yang akan saya jual. Menjalankan bisnis agar mencapai kesuksesan adalah dengan melakukan kegiatan bisnis ini dengan sikap yang giat, tekun, dan ada rasa tanggung jawab. Karena, tugas seorang pengusaha adalah dapat mempertanggungjawabkan produknya kepada konsumen. Selain itu, dilakukan dengan bekerja secara inovatif. Karena, bisnis ini akan menciptakan produk baru dengan rasa yang enak, sehat, tanpa bahan pengawet, dan halal dari sebelumnya.

 

Dengan bekerja secara terampil yang diperlukan dalam membuat sebuah produk untuk membangun sebuah bisnis yang mampu menciptakan produk unik dan menarik. Menjalankan bisnis secara rajin yaitu bisa dalam bekerja atau pun menghormati satu sama lain. Hal ini merupakan untuk membentuk sebuah bisnis yang dijalankan menuju kesuksesan. Dan yang tidak kalah penting adalah menjalankan bisnis secara ramah. Tentunya hal ini akan membawa dampak baik bagi bisnis ini. Dengan keramahan dari pengusaha maka konsumen yang datang pun akan merasa senang dan lebih dihargai.


2. 5 Blocks Business Model Canvas (BMC)

Setelah membuat Executive Summary Idea Business, selanjutnya menentukan atau membuat 5 blok pertama dari Business Model Canvas (BMC) atau Bisnis Model Canvas. 5 blok tersebut terdiri dari Customer Segments, Value Propositions, Channels, Customer Relationship, Revenue Streams dari ide bisnis Anda.

1. Customer Segments (CS)

CS menunjukkan sekelompok orang atau organisasi yang berbeda, yang ingin dicapai atau dilayani suatu perusahaan. Customer merupakan inti dari semua business model karena dengan tanpa (profitable) customer, perusahaan tidak akan mampu bertahan lama.perusahaan haus mendefinisikan dengan jelas, segmen customer yang harus dilayani, mana yang perlu untuk dihindari. Dalam block ini perlu menentukan segmen pelanggan yang akan menjadi target bisnis Anda.


2. Value Propositions (VP) 

VP dapat dikatakan sebagai penjelasan dan rincian dari keunggulan suatu produk dan apa saja sebenarnya poin-poin yang dapat mendatangkan banyak manfaat yang ditawarkan dari perusahaan bagi target pelanggannya. VP dapat memecahkan masalah customer atau dapat memenuhi kebutuhannya dan bersifat inovatif serta merepresentasikan penawaran yang baru dan disruptive atau memiliki sifat sama atau sejenis dengan yang sudah ada tetapi dengan beberapa tambahan fitur.

 

3. Channels (CH)

Channels memaparkan bagaimana sebuah perusahaan dalam berkomunikasi dan menggapai segmen customer mereka dalam men-deliver VP. Komunikasi, distribusi, dan penjualan merupakan interface antara perusahaan dan pelanggan. Channels merupakan customer touch point yang dapat memainkan peran penting dalam customer experience. Channels dapat dibedakan menjadi dua tipe, yaitu Direct (tenaga penjual atau sales, website, atau toko pribadi) dan Indirect (partner stores, atau wholesaler). Channels terdiri dari 5 fase, yaitu Awareness, Evaluation, Purchase, Delivery, dan After Sales.


4. Customer Relationship (CR)

CR memaparkan jenis relasi yang dibangun oleh perusahaan dengan pelanggan. Perusahaan harus menentukan jenis relasi dengan pelanggan, apakah personal atau automated karena relasi yang pilih sangat menentukan bagaimana customer experience yang dihasilkan.


5. Revenue Streams (RS)

 RS merepresentasikan cash yang di generate dari tiap customer segmen dengan biaya yang harus dikurangi dari pendapatan atau revenue untuk mendapatkan nilai keuntungan. Tiap-tiap RS dapat memiliki mekanisme pricing yang berbeda, seperti fixed list, lelang, tawar-menawar, volume-dependent, yield management, dan market-dependent. 


Terdapat beberapa contoh pertanyaan yang berhubungan dengan 5 blok tersebut, yaitu:

1.      Customer Segments : Siapa yang akan membeli produk anda? Siapa yang mau membayar Anda?

2.      Value Proposition : Mengapa orang memilih untuk menggunakan produk atau jasa Anda? Apa keunggulan bisnis Anda dibanding kompetitor yang lain? Apa yang paling menarik dari model bisnis Anda?

3.      Channels : Bagaimana cara pelanggan dapat mengetahui produk atau jasa yang Anda tawarkan? Bagaimana cara produk atau jasa bisa sampai ke tangan pelanggan? Apakah cara itu efektif?

4.      Customer Relationship : Bagaimana cara Anda untuk selalu connect dengan pelanggan? Bagaimana Anda memastikan pelanggan puas setelah menggunakan produk atau jasa Anda?

5.      Revenue Streams : Bagaimana cara bisnis Anda menghasilkan uang? Apa saja produk atau jasa yang Anda jual?


Contoh first 5 blocks Business Model Canvas (BMC) Dissert Box




Dengan menggunakan Business Model Canvas (BMC) ini tentunya ide bisnis akan lebih terstruktur dan bisnis yang dijalani akan berkembang.



Demikian tutorial tentang My Idea Business Model Canvas (BMC), semoga bermanfaat ya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Digital Marketing

Hai, terima kasih sudah berkunjung ke blog ini dan salam kenal dari saya bagi yang baru berkunjung, semoga ilmu yang di dapat dari blog ini ...