Minggu, 08 November 2020

Webinar Menjadi Wirausaha, Siapa Takut... Jadi Konglomerat Pasti Bisa!

 


Halo, pembaca setia blog saya dimanapun Anda berada semoga selalu diberikan kesehatan ya. aamiin. Pada postingan kali ini, saya  akan membahas salah satu topik yang dibawakan oleh para pembicara dalam webinar “Menjadi Wirausaha, Siapa Takut... Jadi Konglomerat Pasti Bisa!” yang dihadiri 3 pembicara luar biasa, yaitu pertama Drs. Mudjiarto, M.Si selaku dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis di Universitas Esa Unggul dan juga sebagai konsultan UMKM. Kedua Dr. Dewi Motik, M.Si selaku social entrepreneur, penulis, pengajar, dan motivator. Dan ketiga Dr. Drs. Dihin Septyanto, ME, CIRR selaku direktur Universitas Esa Unggul Kampus II Citra Raya Tangerang dan dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Esa Unggul.

Tidak hanya 3 orang pembicara dalam webinar tersebut, terdapat pula keynote speaker yaitu Ari Pambudi, S.Kom, M.Kom selaku wakil direktur bidang kemahasiswaan dan alumni Universitas Esa Unggul. Webinar tersebut dipandu oleh moderator yang sangat menarik dalam membangun interaksi dengan pembicara dan lainnya yaitu Bugi Satrio, S.E.,M.I.Kom.,Cand. Of Ph.D selaku lecturer, tv presenter radio announcer yang diadakan pada hari sabtu, 31 Oktober 2020 melalui zoom dan live YouTube.

 

Namun, saya tidak akan memaparkan materi dari semua pembicara. Tetapi saya akan memaparkan materi yang telah disampaikan oleh Dr. Drs. Dihin Septyanto, ME, CIRR dengan tema “Menumbuhkan Jiwa Wirausaha Sejak Muda”.

Pengertian Kewirausahaan dan Wirausaha

Kewirausahaan menurut Peter F. Drucker adalah suatu kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda sedangkan wirausaha adalah sifat keberanian, keutamaan, keteladanan dalam mengambil resiko yang bersumber pada kemampuan sendiri.

 

Motivasi Menjadi Seorang Wirausaha

Motivasi menjadi seorang wirausaha terdiri dari:

1.      Kesempatan.

2.      Keuntungan tidak terbatas karena dijual secara mandiri.

3.      Kemerdekaan dalam mengelola usaha.

4.      Tantangan untuk pencapaian suatu hasil.

5.      Dengan adanya karakter akan menjadi seorang yang memiliki visioner bukan rasa takut, pejuang bisnis, amanah dengan selalu melibatkan Allah SWT dalam segala kegiatan, jeli melihat peluang, dan kerja cerdas bukan hanya kerja keras saja.

Menurut Drs. Dihin Septyanto, ME, CIRR jika Anda tidak memiliki motivasi yang sudah disebutkan di atas, maka jangan jadi pengusaha karena tidak ada artinya.

 

Menumbuhkan Jiwa Kewirausahaan

Menumbuhkan jiwa kewirausahaan ada 6, yaitu:

1.      Kenali potensi diri atau skill dan minat.

2.      Kreatif, inovatif, mandiri, dan religius.

3.      Berpikir optimis atau positif dalam berencana.

4.      Kenali lingkungan bisnis atau well-informed.

5.      Bangun jaringan silaturahmi yang selalu terjaga dengan siapapun.

6.      Jujur, disiplin, dan komitmen dalam bersikap.

Dalam potensi diri diartikan sebagai kemampuan, kekuatan, kesanggupan, atau daya. Baik yang sudah terwujud maupun yang belum terwujud tetapi belum optimal. kreativitas merupakan sebuah proses imajinatif plus keahlian yang memiliki tujuan untuk melahirkan gagasan baru, unik, berbeda, tidak mudah untuk ditiru, dan pastinya bermanfaat. Dengan begitu akan tumbuh inovasi terbarukan.

Arti dari inovasi sendiri adalah suatu proses pengaplikasian kreativitas ke dalam kehidupan sehari-hari. Dan tidak lupa dengan religius yaitu suatu bentuk pengabdian atau kepasrahan manusia sebagai makhluk pada Sang Pencipta dengan memiliki nilai karakter religius maka akan memiliki beberapa subnilai yang mencerminkan dimensi suatu hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam semesta.

 

Upaya Yang Harus Dilakukan Dalam Menjadi Seorang Wirausaha

Ada beberapa upaya yang harus dilakukan dalam menjadi seorang wirausaha, yaitu:

1.      Pemilihan topik bisnis dan specific target market yang sangat kuat terkait dengan noble purpose atau alasan yang kuat ketika ingin menjadi pengusaha.

2.      Adanya passion berupa gairah dan kesenangan untuk bersikap maju.

3.      Adanya tim yang handal dengan tidak untuk memikirkan sendiri, dan

4.      Memiliki potensi mitra yang dipilih jika memiliki mitra harus dipilih baik-baik agar bukan malah terjebak dengan mitra..

 

Pilihan Model Bisnis dan Langkah-Langkah Yang Harus Dilakukan

Ada 4 macam pilihan model bisnis, yaitu:

1.      Membuat produk dengan kunci sukses berbagai faktor baik barang atau pun jasa yang unik, langka, dan tidak mudah ditiru. Mencari keunikan dari orang lain dengan tidak mengedepankan rasa ketakutan. Menurut Drs. Dihin Septyanto, ME, CIRR sudah banyak orang di dunia, mengapa tidak takut hidup ketika banyak orang yang sama?

2.      Membuat produk dengan cara yang sederhana, yaitu dengan mengunakan pola ATM atau Amati, Tiru, dan Modifikasi atau kreatif dan inovasi dengan menciptakan sesuatu yang baru dengan melihat di marketplace, google, youtube, dan lain-lain.

3.      Produk yang beradaptasi dengan new normal seperti sekarang ini dengan melakukan yang lebih baik dari sebelumnya seperti teknologi didalamnya, target pengguna, bentuk produk, hingga ide dasarnya.

4.      Amati perubahan dan identifikasi kebutuhan baru dengan melek digital yang merupakan syarat utama dalam beradaptasi.

Cara Sederhana Dalam Membangun Bisnis Menjadi Reseller atau Dropshipper

Perbedaan antara reseller dengan dropshipper, yaitu:

Sistem reseller merupakan sistem dengan menjual produk orang lain dengan tetap menggunakan nama perusahaan dari produk tersebut berasal. Contohnya agensi.

Sedangkan sistem dropshipper merupakan sistem yang menjual barang dengan memakai nama toko atau perusahaan sendiri. Contohnya punya usaha sendiri.

 

Menentukan Target Market dan Kenali Konsumennya

Target pasar adalah sasaran konsumen yang membeli barang atau jasa dari suatu model bisnis atau jenis bisnis apa yang akan dijalani atau ditekuni. Kepada siapa barang atau jasa yang dijual? Apakah produk tersebut sudah dijual dengan benar atau belum? Selain itu harus dipastikan barang atau jasa yang dijual seusai dengan sasaran konsumen yang ditentukan jangan asal sekadar jualan harus dipikir dengan baik.

 

Membangun Networking dan Berkolaborasi

Membangun networking untuk pertemanan atau berpartner atau bisa juga berkolaborasi dengan baik karena pada dasarnya kegiatan bisnis tidak bisa dilakukan sendiri. Minimal milikilah 5 (lima) orang yang bisa diajak pertemanan dalam hal ini dengan berteman dapat saling mendukung kegiatan bisnis. Kita tidak boleh untuk membatasi diri jika passion tinggi maka tidak akan merasa lelah ketika setelah mengerjakan sesuatu.

 

Melangkahlah Dengan Cepat dan Jangan Tunda Lagi

Melangkah dengan jangan takut untuk memulai suatu usaha dan jangan takut untuk mengambil resiko tetapi tidak nekad karena memulai suatu usaha merupakan proses bisnis yang nilainya sangat berharga. Jika ada tantangan harus dihadapi dengan semangat dan ambil pelajaran yang terkandung di dalamnya untuk dapat berkembang menjadi lebih baik. Jadikan proses bisnis sebagai suatu upaya untuk dapat maju. Tetap harus bersabar dan juga berdoa dalam menjalankan apapun dalam hal ini bisnis serta harus konsisten karena itu adalah kunci utama dalam berbisnis.

Untuk memperjelas materi yang telah dijelaskan oleh Dr. Drs. Dihin Septyanto, ME, CIRR, saya akan tampilkan video beliau dalam webinar tersebut.

jika tidak bisa di klik dapat dilihat disini (https://youtu.be/aHj0xt6qlTw)

 

Jadi, kesimpulan dari materi Dr. Drs. Dihin Septyanto, ME, CIRR yang dapat saya ambil adalah seorang wirausaha harus memiliki motivasi dalam berbisnis seperti yang dijelaskan sebelumnya ada kesempatan, penghasilan tidak terbatas, dan tidak memiliki rasa ketakutan untuk memulai suatu bisnis karena jika memiliki rasa takut dalam memulai bisnis maka tidak cocok untuk menjadi seorang wirausaha. Jika motivasi sudah ada maka tanamkan diri dengan jiwa-jiwa kewirausahaan yang ada 6 tadi dengan begitu kita dapat menjadi seorang wirausaha yang baik.

Ada beberapa upaya, pilihan model, dan langkah-langkah yang harus ditempuh dalam menjadi seorang wirausaha. Dalam berbisnis pun bisa dengan cara reseller atau dropshipper bedanya adalah reseller menjual barang milik orang lain dan menggunakan brand orang lain sedangkan dropshipper menjual barang milik orang lain namun menggunakan brand milik kita sendiri. Tentukan dan kenali target marketnya, membangun netwroking dan berkolaborasi dengan orang lain serta memulai bisnis dengan cepat namun tidak nekad jangan untuk ditunda lagi dalam memulai bisnis.

 

Sekian, semoga ilmunya dapat bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Digital Marketing

Hai, terima kasih sudah berkunjung ke blog ini dan salam kenal dari saya bagi yang baru berkunjung, semoga ilmu yang di dapat dari blog ini ...