Kamis, 15 Oktober 2020

Business Model Canvas (BMC)

Salam kenal dari saya bagi para pembaca blog ini semoga selalu diberikan kesehatan di masa pandemi COVID-19, pada kesempatan kali ini saya ingin membagikan pengetahuan tentang dunia bisnis yaitu Business Model Canvas. Berikut ini adalah beberapa hal yang akan saya bahas dalam artikel ini,


·         Apa yang Dimaksud Business Model?

·         Apa Itu Business Model Canvas (BMC)?

·         Kegunaan atau Tujuan Business Model Canvas (BMC)

·         Contoh Business Model Canvas (BMC)


APA YANG DIMAKSUD BUSINESS MODEL (MODEL BISNIS)

Ketika Anda sudah memiliki ide, maka Anda harus merumuskan pula business model untuk divalidasi. Namun, sebelumnya apa yang dimaksud dengan business model?

Secara sederhana business model atau model bisnis diartikan sebagai proses bagaimana perusahaan menciptakan value dan mendapatkan keuntungan dari value yang diciptakan secara berkelanjutan. Sedangkan menurut Alexander Osterwalder, business model atau model bisnis adalah gambaran dasar bagaimana sebuah organisasi (perusahaan) membuat, men-deliver dan menangkap value yang ada. Business model memiliki sifat seperti blueprint yang digunakan untuk strategi yang akan diimplementasikan ke seluruh organisasi, proses, dan sistem.

 

Contohnya adalah pernahkah Anda bermain game Mobile Legend di Android? Jika pernah, kita dapat mengunduhnya secara gratis, bukan? Lalu darimana si pencipta game ini akan mendapatkan uang? Tentunya dengan cara menjual items seperti diamond yang di dalam game tersebut harus dibayar dengan real cash. Model bisnis seperti ML atau Mobile Legend ini disebut dengan model bisnis freemium. Dalam sebuah model bisnis di mana mereka dapat memberikan value secara gratis (free) secara penuh, namun mereka yang ingin memiliki value lebih banyak lagi diharuskan membayar dengan uang yang disebut dengan model bisnis premium.

 

APA ITU BUSINESS MODEL CANVAS (BMC)?


Business Model Canvas atau BMC merupakan sebuah tools yang dikembangkan oleh Alexander Osterwalder melalui bukunya Business Model Generation. Dalam buku tersebut, Alexander mencoba untuk menjelaskan sebuah framework yang sederhana untuk mempresentasikan elemen-elemen yang terdapat dalam sebuah model bisnis. BMC dikembangkan untuk membantu organisasi bisnis dan pengusaha pemula untuk memetakan dan melakukan sebuah analisa terhadap modal bisnis mereka.

 

BMC dikembangkan dengan mempertimbangkan 9 (sembilan) blok utama yang harus diperhatikan dalam memetakan model bisnis. Selanjutnya kesembilan blok utama ini akan terangkum dalam satu canvas (1 halaman). Hal ini juga yang membuat BMC lebih unggul, karena dengan kesederhanaannya yang hanya terdiri dari 1 halaman ini ternyata powerful untuk memberikan pemahaman tentang model bisnis secara utuh.

 

KEGUNAAN ATAU TUJUAN BUSINESS MODEL CANVAS (BMC)

Business model canvas (BMC) tidak hanya populer di perusahaan besar yang mapan saja, namun juga populer di kalangan entrepreneur dan intrapreneur dalam memetakan, validasi, menganalisis, dan melakukan inovasi di model bisnis yang telah ada. Kegunaan atau tujuan dari business model canvas yang saya temukan, yaitu:


1.      Fokus

Mampu menajamkan fokus dan membuat kejelasan mengenai model bisnis yang diajukan dibandingkan membuat rencana bisnis yang tebalnya hingga berhalaman-halaman.

2.      Fleksibel

Mudah untuk dimodifikasi dengan tetap memberikan pandangan secara menyeluruh terhadap model bisnis.

3.      Transparansi

Digunakan untuk mengkomunikasikan visi dan model bisnis kepada tim, selain itu dengan BMC tim menjadi lebih mudah untuk mengerti seperti apa model bisnis yang ada di organisasi.

4.      Diskusi Bisnis Lebih Terstruktur

BMC dapat dijadikan sebagai brainstroming dari bisnis yang dilakukan secara menyeluruh. 9 blok utama yang terdapat dalam business model canvas memang mempercepat proses meeting yang biasanya memerlukan waktu cukup lama dan metode ini sangat membantu diskusi dalam meeting menjadi lebih terstruktur dan tidak melenceng ke masalah lain.

5.      Lebih Cepat

BMC dengan lebih cepat akan menjadikan ide bisnis yang ada langsung diwujudkan. Dengan adanya kesembilan blok utama yang terdapat dalam BMC merupakan kunci untuk mewujudkan bisnis yang optimal meskipun masih dalam fase mentah atau awal.

6.      Membangun Portofolio Ide

Dengan menggunakan BMC hanya perlu membutuhkan waktu hanya beberapa menit hingga beberapa jam untuk membuat sketsa modelnya dengan berbagai ide bisnis yang ada. Dengan kata lain, sangat mudah dijabarkan ide-ide yang ada dengan menggunakan BMC ini.

7.      Memiliki Intuisi

Jika diibaratkan sebuah panggung, BMC adalah dua bagian, yaitu bagian depan dan bagian belakang. Di bagian depan akan memperlihatkan apa saja yang diperlukan agar bagian ini dapat menjadi semenarik mungkin di mata penonton menjadikan yang tidak mungkin akan menjadi mungkin untuk dilaksanakan. BMC ini memiliki intuisi yang tajam dalam membantu mewujudkan bisnis yang sedang dibuat.

8.      Nilai Penempatan Konsumen

Dengan BMC dapat mengetahui nilai proporsi atau nilai penempatan antara konsumen dengan produk yang ada pada bisnis Anda. Anda dapat mengetahui bagaimana layanan yang diberikan perusahaan kepada konsumen selain itu dapat mengetahui bagaimana masalah konsumen dapat terpecahkan, lalu apakah konsumen Anda merasa puas dengan pelayanan tersebut.

9.      Menyusun Strategi Ke Depan

Memetakan bisnis dengan BMC tidak membuat Anda hanya fokus kepada bagian marketing saja atau bagian produk saja, namun BMC akan memperhatikan seluruh elemen yang ada dan membangun bisnis tersebut. Dengan demikian, pemilik usaha akan sangat mudah untuk menentukan bagaimana strategi bisnis yang tepat yang harus dilakukan ke depannya. BMC akan memberikan petunjuk dari semua hal yang mendukung terbentuknya strategi baru yang memungkinkan untuk dijalankan pada bisnis tertentu.

10.  Efektif Bagi Pemula

BMC sangat disarankan bagi Anda yang baru merintis bisnis, walaupun bisnis tersebut akan dijalankan dengan skala besar, pemiliknya akan lebih mudah untuk mengidentifikasikan bagaimana perbedaan dari tiap-tiap komponen yang ada pada BMC.

11.  Cocok Untuk Online Shop

Memiliki bisnis online bukan berarti Anda dapat menjual produk atau jasa secara online dengan begitu mudah. Namun, diperlukan trik dan strategi khusus yang harus dilakukan agar penjualan dapat meningkat, setelah dipetakan pada bisnis model canvas, online shop tidak begitu saja dengan berfikir bahwa mendapatkan visitor tertarget sebanyak mungkin dan mencari supplier barang semurah mungkin, lalu memperbesar penjualan agar mendapatkan laba yang maksimal.

12.  Membawa Perubahan Baru

Kehadiran BMC merupakan sebuah inovasi untuk menjalankan bisnis dengan lebih baik lagi. Bisnis yang baik merupakan bisnis yang dapat terus berkembang mengikuti zaman dan memberikan pelayanan yang terbaik untuk konsumennya.

13.  Lapangan Pekerjaan Yang Luas

Meskipun sederhana, BMC terdapat 9 blok utama yang menjadi modal awal untuk dapat memetakan bisnis lewat BMC ini yang memiliki cakupan luas dan tugas masing-masing agar keseluruhan tugas tersebut dapat berjalan dengan maksimal demi terwujudnya suatu bisnis tertentu, maka dibutuhkan cukup banyak karyawan untuk dapat menghandlenya.

14.  Kebutuhan Konsumen Menjadi Tepat

BMC dapat membantu para pemilik bisnis untuk mengetahui apa saja yang menjadi kebutuhan konsumen dengan tepat. Dengan adanya BMC ini pemilik bisnis akan mempelajari terlebih dahulu apa yang benar-benar konsumen inginkan sebenarnya.


9 Building Blocks 



9 building block merupakan konsep yang dapat mendeskripsikan dan menunjukkan logika bagaimana sebuah perusahaan yang menghasilkan pendapatan atau make money. Dengan konsep ini dapat menjadi satu bahasa bersama dengan yang memudahkan Anda dalam mendeskripsikan dan memanipulasi business model untuk strategi yang baru.

 

9 blocks yang wajib Anda ketahui dan pahami, yaitu:

Customer Segments (CS)

Value Propositions (VP)

Channels (CH)

Customer Relationship (CR)

Revenue Streams (RS)

Key Activities (KA)

Key Resources (KR)

Key Partnership (KP)

Cost Structure (CS)

 

Penjelasan lebih lanjut saya jabarkan berikut ini.


1. Customer Segments (CS)

CS menunjukkan sekelompok orang atau organisasi yang berbeda, yang ingin dicapai atau dilayani suatu perusahaan. Customer merupakan inti dari semua business model karena dengan tanpa (profitable) customer, perusahaan tidak akan mampu bertahan lama.perusahaan haus mendefinisikan dengan jelas, segmen customer yang harus dilayani, mana yang perlu untuk dihindari. Dalam block ini perlu menentukan segmen pelanggan yang akan menjadi target bisnis Anda.

    2.  Value Propositions (VP)

VP dapat dikatakan sebagai penjelasan dan rincian dari keunggulan suatu produk dan apa saja sebenarnya poin-poin yang dapat mendatangkan banyak manfaat yang ditawarkan dari perusahaan bagi target pelanggannya. VP dapat memecahkan masalah customer atau dapat memenuhi kebutuhannya dan bersifat inovatif serta merepresentasikan penawaran yang baru dan disruptive atau memiliki sifat sama atau sejenis dengan yang sudah ada tetapi dengan beberapa tambahan fitur.

     3. Channels (CH)

Channels memaparkan bagaimana sebuah perusahaan dalam berkomunikasi dan menggapai segmen customer mereka dalam men-deliver VP. Komunikasi, distribusi, dan penjualan merupakan interface antara perusahaan dan pelanggan. Channels merupakan customer touch point yang dapat memainkan peran penting dalam customer experience. Channels dapat dibedakan menjadi dua tipe, yaitu Direct (tenaga penjual atau sales, website, atau toko pribadi) dan Indirect (partner stores, atau wholesaler). Channels terdiri dari 5 fase, yaitu Awareness, Evaluation, Purchase, Delivery, dan After Sales.

    4.   Customer Relationship (CR)

CR memaparkan jenis relasi yang dibangun oleh perusahaan dengan pelanggan. Perusahaan harus menentukan jenis relasi dengan pelanggan, apakah personal atau automated karena relasi yang pilih sangat menentukan bagaimana customer experience yang dihasilkan.

     5. Revenue Streams (RS)

RS merepresentasikan cash yang di generate dari tiap customer segmen dengan biaya yang harus dikurangi dari pendapatan atau revenue untuk mendapatkan nilai keuntungan. Tiap-tiap RS dapat memiliki mekanisme pricing yang berbeda, seperti fixed list, lelang, tawar-menawar, volume-dependent, yield management, dan market-dependent.

    6. Key Activities (KA)

KA memaparkan hal-hal penting atau aktivitas yang harus dilakukan perusahaan agar business model dapat berjalan. KA dapat dikategorikan menjadi production, problem solving, dan platform atau network. Contohnya adalah perusahaan konsultan yang memiliki problem solving sebagai KA. Untuk manufaktur, supply chain management sebagai salah satu KA.

     7. Key Resources (KR)

KR memaparkan aset atau sumber daya yang sangat penting yang merupakan aset kunci dimana diperlukan untuk membuat sebuah business model berjalan. KR dapat berbentuk fisikal, finansial, intelektual, atau manusia. KR ini dapat dimiliki atau disewa oleh perusahaan atau dapat didapatkan dari partner.

     8. Key Partnerships (KP)

KP memaparkan jaringan supplier atau partner yang membuat sebuah business model berjalan. Perusahaan akan membentuk relasi dengan partner yang digunakan untuk banyak alasan sehingga partnership dapat menjadi hal yang sangat penting bagi banyak business model. Partnerships dibedakan menjadi empat, yaitu strategic alliances, cooperation, joint ventures, dan buyer-supplier.

     9. Cost Structure (CS)

CS memaparkan semua biaya yang muncul digunakan untuk menjalankan sebuah business model. Biaya akan muncul ketika perusahaan membuat dan men-deliver value, me-maintain CR, dan lain-lain akan mudah diidentifikasi setelah mendefinisikan KR, KA, dan KP.

 

 

CONTOH BMC

 



1.      Customer Segments : Siapa yang akan membeli produk anda? Siapa yang mau membayar Anda?


2.     Value Proposition : Mengapa orang memilih untuk menggunakan produk atau jasa Anda? Apa keunggulan bisnis Anda dibanding kompetitor yang lain? Apa yang paling menarik dari model bisnis Anda?


3.     Channels : Bagaimana cara pelanggan dapat mengetahui produk atau jasa yang Anda tawarkan? Bagaimana cara produk/jasa bisa sampai ke tangan pelanggan? Apakah cara itu efektif?


4.     Customer Relationship : Bagaimana cara Anda untuk selalu connect dengan pelanggan? Bagaimana Anda memastikan pelanggan puas setelah menggunakan produk atau jasa Anda?


5.      Revenue Streams : Bagaimana cara bisnis Anda menghasilkan uang? Apa saja produk atau jasa yang Anda jual?


6.      Key Activities : Apa kegiatan yang Anda lakukan untuk menciptakan value proposition? Apa strategi yang bisnis Anda lakukan sehingga target perusahaan dapat tercapai?


7.      Key Resources : Apa sumber daya utama yang harus Anda miliki untuk menjalankan bisnis Anda? Asset apa saja yang Anda butuhkan agar bisnis dapat bersaing dengan bisnis serupa?


8.      Key Partnership : Siapa yang dapat mengerjakan hal-hal kebutuhan perusahaan diluar key activities-nya? Siapa pihak supplier atau vendor yang paling menentukan kesuksesan perusahaan Anda?


9.      Cost Structure : Pengeluaran apa saja yang dibutuhkan untuk menjalankan model bisnis ini? Komponen biaya apa yang dibutuhkan pada setiap elemen key activities, key resources, dan channel?

 

 

 

Semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Digital Marketing

Hai, terima kasih sudah berkunjung ke blog ini dan salam kenal dari saya bagi yang baru berkunjung, semoga ilmu yang di dapat dari blog ini ...