Salam kenal dari saya bagi para pembaca blog ini
semoga selalu diberikan kesehatan di masa pandemi COVID-19, pada kesempatan
kali ini saya ingin membagikan pengetahuan tentang dunia bisnis yaitu Business Model Canvas. Berikut ini adalah
beberapa hal yang akan saya bahas dalam artikel ini,
·
Apa yang Dimaksud Business Model?
·
Apa Itu Business Model Canvas (BMC)?
·
Kegunaan atau Tujuan Business Model Canvas (BMC)
·
Contoh Business Model Canvas (BMC)
APA
YANG DIMAKSUD BUSINESS MODEL (MODEL BISNIS)
Ketika Anda sudah memiliki ide, maka Anda harus
merumuskan pula business model untuk divalidasi. Namun, sebelumnya apa yang dimaksud
dengan business model?
Secara sederhana business model atau model bisnis
diartikan sebagai proses bagaimana perusahaan menciptakan value dan mendapatkan
keuntungan dari value yang diciptakan secara berkelanjutan. Sedangkan menurut
Alexander Osterwalder, business model atau model bisnis adalah gambaran dasar
bagaimana sebuah organisasi (perusahaan) membuat, men-deliver dan menangkap
value yang ada. Business model memiliki sifat seperti blueprint yang digunakan
untuk strategi yang akan diimplementasikan ke seluruh organisasi, proses, dan
sistem.
Contohnya adalah pernahkah Anda bermain game Mobile
Legend di Android? Jika pernah, kita dapat mengunduhnya secara gratis, bukan?
Lalu darimana si pencipta game ini akan mendapatkan uang? Tentunya dengan cara
menjual items seperti diamond yang di dalam game tersebut harus dibayar dengan
real cash. Model bisnis seperti ML atau Mobile Legend ini disebut dengan model
bisnis freemium. Dalam sebuah model bisnis di mana mereka dapat memberikan
value secara gratis (free) secara penuh, namun mereka yang ingin memiliki value
lebih banyak lagi diharuskan membayar dengan uang yang disebut dengan model
bisnis premium.
APA
ITU BUSINESS MODEL CANVAS (BMC)?
Business Model Canvas atau BMC merupakan sebuah
tools yang dikembangkan oleh Alexander Osterwalder melalui bukunya Business
Model Generation. Dalam buku tersebut, Alexander mencoba untuk menjelaskan
sebuah framework yang sederhana untuk mempresentasikan elemen-elemen yang
terdapat dalam sebuah model bisnis. BMC dikembangkan untuk membantu organisasi
bisnis dan pengusaha pemula untuk memetakan dan melakukan sebuah analisa
terhadap modal bisnis mereka.
BMC dikembangkan dengan mempertimbangkan 9
(sembilan) blok utama yang harus diperhatikan dalam memetakan model bisnis.
Selanjutnya kesembilan blok utama ini akan terangkum dalam satu canvas (1
halaman). Hal ini juga yang membuat BMC lebih unggul, karena dengan
kesederhanaannya yang hanya terdiri dari 1 halaman ini ternyata powerful untuk
memberikan pemahaman tentang model bisnis secara utuh.
KEGUNAAN
ATAU TUJUAN BUSINESS MODEL CANVAS (BMC)
Business model canvas (BMC) tidak hanya populer di
perusahaan besar yang mapan saja, namun juga populer di kalangan entrepreneur
dan intrapreneur dalam memetakan, validasi, menganalisis, dan melakukan inovasi
di model bisnis yang telah ada. Kegunaan atau tujuan dari business model canvas
yang saya temukan, yaitu:
1.
Fokus
Mampu
menajamkan fokus dan membuat kejelasan mengenai model bisnis yang diajukan
dibandingkan membuat rencana bisnis yang tebalnya hingga berhalaman-halaman.
2.
Fleksibel
Mudah
untuk dimodifikasi dengan tetap memberikan pandangan secara menyeluruh terhadap
model bisnis.
3.
Transparansi
Digunakan
untuk mengkomunikasikan visi dan model bisnis kepada tim, selain itu dengan BMC
tim menjadi lebih mudah untuk mengerti seperti apa model bisnis yang ada di
organisasi.
4.
Diskusi
Bisnis Lebih Terstruktur
BMC
dapat dijadikan sebagai brainstroming dari bisnis yang dilakukan secara menyeluruh.
9 blok utama yang terdapat dalam business model canvas memang mempercepat
proses meeting yang biasanya memerlukan waktu cukup lama dan metode ini sangat
membantu diskusi dalam meeting menjadi lebih terstruktur dan tidak melenceng ke
masalah lain.
5.
Lebih
Cepat
BMC
dengan lebih cepat akan menjadikan ide bisnis yang ada langsung diwujudkan.
Dengan adanya kesembilan blok utama yang terdapat dalam BMC merupakan kunci
untuk mewujudkan bisnis yang optimal meskipun masih dalam fase mentah atau
awal.
6.
Membangun
Portofolio Ide
Dengan
menggunakan BMC hanya perlu membutuhkan waktu hanya beberapa menit hingga
beberapa jam untuk membuat sketsa modelnya dengan berbagai ide bisnis yang ada.
Dengan kata lain, sangat mudah dijabarkan ide-ide yang ada dengan menggunakan
BMC ini.
7.
Memiliki
Intuisi
Jika
diibaratkan sebuah panggung, BMC adalah dua bagian, yaitu bagian depan dan
bagian belakang. Di bagian depan akan memperlihatkan apa saja yang diperlukan
agar bagian ini dapat menjadi semenarik mungkin di mata penonton menjadikan
yang tidak mungkin akan menjadi mungkin untuk dilaksanakan. BMC ini memiliki
intuisi yang tajam dalam membantu mewujudkan bisnis yang sedang dibuat.
8.
Nilai
Penempatan Konsumen
Dengan
BMC dapat mengetahui nilai proporsi atau nilai penempatan antara konsumen
dengan produk yang ada pada bisnis Anda. Anda dapat mengetahui bagaimana
layanan yang diberikan perusahaan kepada konsumen selain itu dapat mengetahui
bagaimana masalah konsumen dapat terpecahkan, lalu apakah konsumen Anda merasa
puas dengan pelayanan tersebut.
9.
Menyusun
Strategi Ke Depan
Memetakan
bisnis dengan BMC tidak membuat Anda hanya fokus kepada bagian marketing saja
atau bagian produk saja, namun BMC akan memperhatikan seluruh elemen yang ada
dan membangun bisnis tersebut. Dengan demikian, pemilik usaha akan sangat mudah
untuk menentukan bagaimana strategi bisnis yang tepat yang harus dilakukan ke
depannya. BMC akan memberikan petunjuk dari semua hal yang mendukung
terbentuknya strategi baru yang memungkinkan untuk dijalankan pada bisnis tertentu.
10. Efektif Bagi Pemula
BMC
sangat disarankan bagi Anda yang baru merintis bisnis, walaupun bisnis tersebut
akan dijalankan dengan skala besar, pemiliknya akan lebih mudah untuk
mengidentifikasikan bagaimana perbedaan dari tiap-tiap komponen yang ada pada
BMC.
11. Cocok Untuk Online Shop
Memiliki
bisnis online bukan berarti Anda dapat menjual produk atau jasa secara online
dengan begitu mudah. Namun, diperlukan trik dan strategi khusus yang harus
dilakukan agar penjualan dapat meningkat, setelah dipetakan pada bisnis model
canvas, online shop tidak begitu saja dengan berfikir bahwa mendapatkan visitor
tertarget sebanyak mungkin dan mencari supplier barang semurah mungkin, lalu
memperbesar penjualan agar mendapatkan laba yang maksimal.
12. Membawa Perubahan Baru
Kehadiran
BMC merupakan sebuah inovasi untuk menjalankan bisnis dengan lebih baik lagi.
Bisnis yang baik merupakan bisnis yang dapat terus berkembang mengikuti zaman
dan memberikan pelayanan yang terbaik untuk konsumennya.
13. Lapangan Pekerjaan Yang Luas
Meskipun
sederhana, BMC terdapat 9 blok utama yang menjadi modal awal untuk dapat
memetakan bisnis lewat BMC ini yang memiliki cakupan luas dan tugas
masing-masing agar keseluruhan tugas tersebut dapat berjalan dengan maksimal
demi terwujudnya suatu bisnis tertentu, maka dibutuhkan cukup banyak karyawan
untuk dapat menghandlenya.
14. Kebutuhan Konsumen Menjadi Tepat
BMC
dapat membantu para pemilik bisnis untuk mengetahui apa saja yang menjadi
kebutuhan konsumen dengan tepat. Dengan adanya BMC ini pemilik bisnis akan
mempelajari terlebih dahulu apa yang benar-benar konsumen inginkan sebenarnya.
9 Building Blocks
9
building block merupakan konsep yang dapat mendeskripsikan dan menunjukkan
logika bagaimana sebuah perusahaan yang menghasilkan pendapatan atau make
money. Dengan konsep ini dapat menjadi satu bahasa bersama dengan yang
memudahkan Anda dalam mendeskripsikan dan memanipulasi business model untuk
strategi yang baru.
9
blocks yang wajib Anda ketahui dan pahami, yaitu:
Customer
Segments (CS)
Value
Propositions (VP)
Channels
(CH)
Customer
Relationship (CR)
Revenue
Streams (RS)
Key
Activities (KA)
Key
Resources (KR)
Key
Partnership (KP)
Cost
Structure (CS)
Penjelasan
lebih lanjut saya jabarkan berikut ini.
1. Customer
Segments (CS)
CS menunjukkan sekelompok orang
atau organisasi yang berbeda, yang ingin dicapai atau dilayani suatu
perusahaan. Customer merupakan inti dari semua business model karena dengan
tanpa (profitable) customer, perusahaan tidak akan mampu bertahan
lama.perusahaan haus mendefinisikan dengan jelas, segmen customer yang harus
dilayani, mana yang perlu untuk dihindari. Dalam block ini perlu menentukan
segmen pelanggan yang akan menjadi target bisnis Anda.
2. Value
Propositions (VP)
VP dapat dikatakan sebagai
penjelasan dan rincian dari keunggulan suatu produk dan apa saja sebenarnya
poin-poin yang dapat mendatangkan banyak manfaat yang ditawarkan dari
perusahaan bagi target pelanggannya. VP dapat memecahkan masalah customer atau
dapat memenuhi kebutuhannya dan bersifat inovatif serta merepresentasikan
penawaran yang baru dan disruptive atau memiliki sifat sama atau sejenis dengan
yang sudah ada tetapi dengan beberapa tambahan fitur.
3. Channels
(CH)
Channels memaparkan
bagaimana sebuah perusahaan dalam berkomunikasi dan menggapai segmen customer
mereka dalam men-deliver VP. Komunikasi, distribusi, dan penjualan merupakan
interface antara perusahaan dan pelanggan. Channels merupakan customer touch point
yang dapat memainkan peran penting dalam customer experience. Channels dapat
dibedakan menjadi dua tipe, yaitu Direct (tenaga penjual atau sales, website,
atau toko pribadi) dan Indirect (partner stores, atau wholesaler). Channels
terdiri dari 5 fase, yaitu Awareness, Evaluation, Purchase, Delivery, dan After
Sales.
4. Customer
Relationship (CR)
CR memaparkan jenis relasi yang
dibangun oleh perusahaan dengan pelanggan. Perusahaan harus menentukan jenis
relasi dengan pelanggan, apakah personal atau automated karena relasi yang
pilih sangat menentukan bagaimana customer experience yang dihasilkan.
5. Revenue
Streams (RS)
RS merepresentasikan cash yang di
generate dari tiap customer segmen dengan biaya yang harus dikurangi dari
pendapatan atau revenue untuk mendapatkan nilai keuntungan. Tiap-tiap RS dapat
memiliki mekanisme pricing yang berbeda, seperti fixed list, lelang,
tawar-menawar, volume-dependent, yield management, dan market-dependent.
6. Key
Activities (KA)
KA memaparkan hal-hal penting atau aktivitas
yang harus dilakukan perusahaan agar business model dapat berjalan. KA dapat
dikategorikan menjadi production, problem solving, dan platform atau network.
Contohnya adalah perusahaan konsultan yang memiliki problem solving sebagai KA.
Untuk manufaktur, supply chain management sebagai salah satu KA.
7. Key
Resources (KR)
KR memaparkan aset atau sumber daya
yang sangat penting yang merupakan aset kunci dimana diperlukan untuk membuat
sebuah business model berjalan. KR dapat berbentuk fisikal, finansial,
intelektual, atau manusia. KR ini dapat dimiliki atau disewa oleh perusahaan
atau dapat didapatkan dari partner.
8. Key
Partnerships (KP)
KP memaparkan jaringan supplier
atau partner yang membuat sebuah business model berjalan. Perusahaan akan
membentuk relasi dengan partner yang digunakan untuk banyak alasan sehingga
partnership dapat menjadi hal yang sangat penting bagi banyak business model.
Partnerships dibedakan menjadi empat, yaitu strategic alliances, cooperation,
joint ventures, dan buyer-supplier.
9. Cost
Structure (CS)
CS memaparkan semua
biaya yang muncul digunakan untuk menjalankan sebuah business model. Biaya akan
muncul ketika perusahaan membuat dan men-deliver value, me-maintain CR, dan
lain-lain akan mudah diidentifikasi setelah mendefinisikan KR, KA, dan KP.
CONTOH BMC
1.
Customer Segments : Siapa
yang akan membeli produk anda? Siapa yang mau membayar Anda?
2. Value Proposition : Mengapa
orang memilih untuk menggunakan produk atau jasa Anda? Apa keunggulan bisnis Anda
dibanding kompetitor yang lain? Apa yang paling menarik dari model bisnis Anda?
3. Channels : Bagaimana
cara pelanggan dapat mengetahui produk atau jasa yang Anda tawarkan? Bagaimana
cara produk/jasa bisa sampai ke tangan pelanggan? Apakah cara itu efektif?
4. Customer Relationship : Bagaimana cara Anda untuk selalu connect dengan pelanggan?
Bagaimana Anda memastikan pelanggan puas setelah menggunakan produk atau jasa
Anda?
5.
Revenue Streams : Bagaimana
cara bisnis Anda menghasilkan uang? Apa saja produk atau jasa yang Anda jual?
6.
Key Activities : Apa
kegiatan yang Anda lakukan untuk menciptakan value proposition? Apa strategi
yang bisnis Anda lakukan sehingga target perusahaan dapat tercapai?
7.
Key Resources : Apa
sumber daya utama yang harus Anda miliki untuk menjalankan bisnis Anda? Asset
apa saja yang Anda butuhkan agar bisnis dapat bersaing dengan bisnis serupa?
8.
Key Partnership : Siapa
yang dapat mengerjakan hal-hal kebutuhan perusahaan diluar key activities-nya?
Siapa pihak supplier atau vendor yang paling menentukan kesuksesan perusahaan
Anda?
9. Cost Structure : Pengeluaran
apa saja yang dibutuhkan untuk menjalankan model bisnis ini? Komponen biaya apa
yang dibutuhkan pada setiap elemen key activities, key resources, dan channel?
Semoga
bermanfaat.