Kamis, 29 Oktober 2020

My Idea Business Model Canvas Part II

 Hai, terima kasih sudah berkunjung ke blog ini dan salam kenal untuk yang baru berkunjung semoga ilmu yang di dapat dari blog ini bermanfaat ya. Aamiin. Pada postingan sebelumnya, saya sudah membuat tutorial Business Model Canvas dengan contoh ide bisnis yang akan saya geluti. Dalam postingan tersebut saya sudah menjelaskan 5 block dari 9 block, maka kali ini saya akan menambahkan 4 block lagi untuk melengkapi menjadi 9 block Business Model Canvas dan akan ditambahkan juga dengan gambar utuh Business Model Canvas ya. Kalau ada yang belum baca postingan saya sebelumnya silahkan klik link ini  https://noviacandrap.blogspot.com/2020/10/my-idea-business-model-canvas-bmc.html .

 

Lanjutan 4 block dari Business Model Canvas (BMC)

6.      Key Activities (KA)

KA memaparkan hal-hal penting atau aktivitas yang harus dilakukan perusahaan agar business model dapat berjalan. KA dapat dikategorikan menjadi production, problem solving, dan platform atau network. Contohnya adalah perusahaan konsultan yang memiliki problem solving sebagai KA. Untuk manufaktur, supply chain management sebagai salah satu KA.

 

7.      Key Resources (KR)

KR memaparkan aset atau sumber daya yang sangat penting yang merupakan aset kunci dimana diperlukan untuk membuat sebuah business model berjalan. KR dapat berbentuk fisikal, finansial, intelektual, atau manusia. KR ini dapat dimiliki atau disewa oleh perusahaan atau dapat didapatkan dari partner.

 

 

8.      Key Partnerships (KP)

KP memaparkan jaringan supplier atau partner yang membuat sebuah business model berjalan. Perusahaan akan membentuk relasi dengan partner yang digunakan untuk banyak alasan sehingga partnership dapat menjadi hal yang sangat penting bagi banyak business model. Partnerships dibedakan menjadi empat, yaitu strategic alliances, cooperation, joint ventures, dan buyer-supplier.

 

 

9.      Cost Structure (CS)

CS memaparkan semua biaya yang muncul digunakan untuk menjalankan sebuah business model. Biaya akan muncul ketika perusahaan membuat dan men-deliver value, me-maintain CR, dan lain-lain akan mudah diidentifikasi setelah mendefinisikan KR, KA, dan KP.

 

Terdapat beberapa contoh pertanyaan yang berhubungan dengan 4 blok tersebut, yaitu:

6.      Key Activities : Apa kegiatan yang Anda lakukan untuk menciptakan value proposition? Apa strategi yang bisnis Anda lakukan sehingga target perusahaan dapat tercapai?

 

7.      Key Resources : Apa sumber daya utama yang harus Anda miliki untuk menjalankan bisnis Anda? Asset apa saja yang Anda butuhkan agar bisnis dapat bersaing dengan bisnis serupa?

 

8.      Key Partnership : Siapa yang dapat mengerjakan hal-hal kebutuhan perusahaan diluar key activities-nya? Siapa pihak supplier atau vendor yang paling menentukan kesuksesan perusahaan Anda?

 

9.      Cost Structure : Pengeluaran apa saja yang dibutuhkan untuk menjalankan model bisnis ini? Komponen biaya apa yang dibutuhkan pada setiap elemen key acivities, key resources, dan channel?

 

Untuk lebih jelas memahami Business Model Canvas secara visual, berikut ini contoh gambaran Business Model Canvas dari bisnis saya yaitu Dessert Box.

 


Demikian tutorial Business Model Canvas dengan ide bisnis saya yaitu Dessert Box, semoga dapat bermanfaat ya.

Kamis, 22 Oktober 2020

My Idea Business Model Canvas (BMC)

Hai, salam kenal dari saya bagi para pembaca blog ini semoga selalu diberikan kesehatan di masa pandemi COVID-19 ini. Masih membahas tentang dunia bisnis, yaitu Business Model Canvas (BMC), pada kesempatan kali ini saya akan membagikan tutorial tentang “My Idea Business Model Canvas (BMC)”.



 

Dalam menggunakan Business Model Canvas (BMC), tentu harus diketahui dahulu blocks utama dari Business Model Canvas (BMC). Untuk mengetahui apa saja isi blocks utama dari Business Model Canvas (BMC), saya sudah menjelaskannya pada postingan sebelumnya berjudul “Business Model Canvas”. Bagi yang belum membaca postingan tersebut, bisa klik link ini ya https://noviacandrap.blogspot.com/2020/10/business-model-canvas-bmc.html

 

Ketika ingin memulai sebuah bisnis, kita harus mengidentifikasi dahulu tentang plan atau ide bisnis yang akan kita buat dan jalankan. Hal yang harus dilakukan terdiri dari:

1.      Executive Summary Idea Business.

2.      First 5 Blocks of Business Model Canvas (BMC)

a.       Customer Segments

b.      Value Propositions

c.       Channels

d.      Customer Relationship

e.       Revenue Streams

 

1.      Executive Summary Idea Business

Hal pertama yang dilakukan adalah menuliskan executive summary. Tujuannya adalah memberikan penjelasan secara ringkas dari gagasan yang akan dikembangkan dalam idea business dan diusahakan tidak lebih dari satu halaman. Dengan membuat ringkasan ini, tentu akan membantu Anda dalam memastikan bagian-bagian dari setiap analisis masuk akal dan dapat saling mendukung secara logis dan terarah.

 

Contoh ide bisnis yang saya miliki adalah bisnis Dessert Box yang akan saya buat dengan ringkasan Executive Summary.

    Makanan adalah sebuah kebutuhan pokok bagi makhluk hidup. Manusia membutuhkan makanan berat rata-rata tiga kali dalam sehari demi mencukupi kebutuhan energinya dalam beraktivitas. Selain makanan berat, manusia juga membutuhkan makanan yang manis jika enggan untuk makan nasi atau sedang terburu-buru tidak sempat sarapan atau bisa juga ketika sedang ingin makan makanan manis namun tidak bisa atau malas untuk membuatnya.

 Dessert Box merupakan sebuah hidangan atau makanan manis dengan bahan dasar cake yang disusun sedemikian rupa hingga berlapis-lapis yang menggunakan wadah box yang tentunya aman untuk digunakan. Produk yang akan saya buat ini merupakan produk asli yang dibuat oleh Viara Cake and Bakery dengan chef-chef profesional dan menggunakan bahan-bahan yang berkualitas. Viara berasal dari nama saya, No(via) Cand(ra) Peratiwi.

 Peluang yang saya miliki jika membangun Viara Cake and Bakery dengan hadirnya dessert box adalah saya akan membangun Viara Cake and Bakery di tengah-tengah wilayah perkotaan yang ramai penduduk sehingga mudah dijangkau oleh banyak orang. Baik yang dekat dengan perkantoran, pusat perbelanjaan, atau bisa juga dekat dengan sekolah atau kampus. Saya juga akan menyediakan tempat untuk bisa menyantap makanan tersebut di depan toko agar pengunjung dapat bersantai sejenak sambil menikmati dessert box ini ketika ingin di makan langsung.

 

Adapun hal-hal yang saya tawarkan dalam bisnis yang saya bangun untuk membedakan Viara Cake and Bakery dengan kompetitor atau pesaing lain, yaitu:

  • Dessert box yang akan saya buat hadir dalam berbagai varian, yaitu Coklat Turkish, Red Velvet, Oreo, Milo, dan Pandan.
  • Harga yang saya tawarkan cukup terjangkau yaitu berkisar antara Rp. 20.000 – Rp. 50.000,-.
  • Pelayanan yang saya berikan kepada pengunjung atau konsumen adalah yang terbaik dan tentunya ramah.
  • Tempat yang saya gunakan dalam merintis bisnis diusahakan selalu dalam keadaan bersih dan rapi serta nyaman.
  • Pembeli atau pengunjung bisa untuk makan ditempat atau dibawa pulang.
  • Desain tempat yang akan saya buat menjadi minimalis namun tetap nyaman untuk dikunjungi.

 

    Viara Cake and Bakery rencananya akan saya buka di sekitar Bekasi, Jawa Barat. Rencana jangka menengah yang akan saya lakukan dalam mengembangkan bisnis saya ini adalah membuka cabang di sekitar Bekasi bahkan Jakarta. Rencana jangka panjang dari bisnis ini adalah membuka cabang di seluruh kota di Indonesia. Dessert box hadir dalam beberapa varian rasa, ada rasa Coklat Turkish, Red Velvet, Oreo, Milo, dan Pandan. Tentunya disukai dari berbagai kalangan, baik anak-anak hingga dewasa. Dengan harga yang cukup terjangkau berkisar antara Rp. 20.000 - Rp. 50.000,-. Dengan harga yang cukup terjangkau bisa mendapatkan makanan yang enak, sehat, tanpa bahan pengawet, dan halal tanpa perlu merogoh kocek dalam-dalam.

     Strategi pemasaran yang saya lakukan yaitu, mengundang konsumen atau pengunjung, dan meningkatkan pembelian dengan berbagai bentuk promosi. Area pemasaran utama adalah di sekitar wilayah Bekasi yang sebagai pusat dari Viara Cake and Bakery yang akan saya bangun. Promosi yang akan saya lakukan adalah dengan menggunakan media elektronik yaitu online shop di berbagai sosial media yang saat ini sedang digandrungi banyak orang seperti Instagram dan Facebook, atau bisa juga melalui WhatsApp. Selain itu, saya juga akan melakukan promosi menggunakan pamflet, brosur atau banner. Tidak hanya itu, promosi yang dilakukan dari mulut ke mulut dengan mendatangi langsung kelompok-kelompok yang ada di wilayah tersebut merupakan salah satu bentuk promosi 

     Pasar sasaran atau target dari Dessert Box yang akan saya buat adalah anak-anak, remaja, dan dewasa yang ada di sekitar lokasi setempat. Karena, produk ini memang cocok untuk berbagai kalangan, namun lebih disetting khusus untuk diminati anak-anak dan remaja. Bisnis ini berharap tingkat pembelian ulang oleh konsumen cukup tinggi dan konsumen yang berdatangan akan terus-menerus datang hingga akhirnya menjadi pelanggan tetap. Persaingan yang berkaitan dengan produk yang saya ingin jual terbilang masih dapat di tangani dengan mutu kualitas produk yang saya akanjual di sekitar wilayah Bekasi cukup baik. Kemudian dari segi harga, saya rasa harus bersaing dengan pemilik toko cake and bakery lainnya yang juga menawarkan harga terjangkau. Walaupun demikian, hal tersebut justru akan memberikan motivasi bagi saya untuk terus melakukan inovasi dan kreasi saat merasakan persaingan tersebut saat praktek bisnis nantinya.Tentunya dengan menonjolkan kelebihan-kelebihan yang tidak dimiliki oleh pesaing atau kompetitor saya lainnya, dan berbagai potensi yang masih terpendam yang dapat saya bangun nantinya.

 

Dalam menjalankan usaha dessert box pada Viara Cake and Bakery ini saya ingin menggunakan prinsip berusaha dengan Giat, Inovatif, Terampil, Rajin, dan Ramah. Dengan demikian, dapat meningkatkan kualitas dari penjualan produk yang akan saya jual. Menjalankan bisnis agar mencapai kesuksesan adalah dengan melakukan kegiatan bisnis ini dengan sikap yang giat, tekun, dan ada rasa tanggung jawab. Karena, tugas seorang pengusaha adalah dapat mempertanggungjawabkan produknya kepada konsumen. Selain itu, dilakukan dengan bekerja secara inovatif. Karena, bisnis ini akan menciptakan produk baru dengan rasa yang enak, sehat, tanpa bahan pengawet, dan halal dari sebelumnya.

 

Dengan bekerja secara terampil yang diperlukan dalam membuat sebuah produk untuk membangun sebuah bisnis yang mampu menciptakan produk unik dan menarik. Menjalankan bisnis secara rajin yaitu bisa dalam bekerja atau pun menghormati satu sama lain. Hal ini merupakan untuk membentuk sebuah bisnis yang dijalankan menuju kesuksesan. Dan yang tidak kalah penting adalah menjalankan bisnis secara ramah. Tentunya hal ini akan membawa dampak baik bagi bisnis ini. Dengan keramahan dari pengusaha maka konsumen yang datang pun akan merasa senang dan lebih dihargai.


2. 5 Blocks Business Model Canvas (BMC)

Setelah membuat Executive Summary Idea Business, selanjutnya menentukan atau membuat 5 blok pertama dari Business Model Canvas (BMC) atau Bisnis Model Canvas. 5 blok tersebut terdiri dari Customer Segments, Value Propositions, Channels, Customer Relationship, Revenue Streams dari ide bisnis Anda.

1. Customer Segments (CS)

CS menunjukkan sekelompok orang atau organisasi yang berbeda, yang ingin dicapai atau dilayani suatu perusahaan. Customer merupakan inti dari semua business model karena dengan tanpa (profitable) customer, perusahaan tidak akan mampu bertahan lama.perusahaan haus mendefinisikan dengan jelas, segmen customer yang harus dilayani, mana yang perlu untuk dihindari. Dalam block ini perlu menentukan segmen pelanggan yang akan menjadi target bisnis Anda.


2. Value Propositions (VP) 

VP dapat dikatakan sebagai penjelasan dan rincian dari keunggulan suatu produk dan apa saja sebenarnya poin-poin yang dapat mendatangkan banyak manfaat yang ditawarkan dari perusahaan bagi target pelanggannya. VP dapat memecahkan masalah customer atau dapat memenuhi kebutuhannya dan bersifat inovatif serta merepresentasikan penawaran yang baru dan disruptive atau memiliki sifat sama atau sejenis dengan yang sudah ada tetapi dengan beberapa tambahan fitur.

 

3. Channels (CH)

Channels memaparkan bagaimana sebuah perusahaan dalam berkomunikasi dan menggapai segmen customer mereka dalam men-deliver VP. Komunikasi, distribusi, dan penjualan merupakan interface antara perusahaan dan pelanggan. Channels merupakan customer touch point yang dapat memainkan peran penting dalam customer experience. Channels dapat dibedakan menjadi dua tipe, yaitu Direct (tenaga penjual atau sales, website, atau toko pribadi) dan Indirect (partner stores, atau wholesaler). Channels terdiri dari 5 fase, yaitu Awareness, Evaluation, Purchase, Delivery, dan After Sales.


4. Customer Relationship (CR)

CR memaparkan jenis relasi yang dibangun oleh perusahaan dengan pelanggan. Perusahaan harus menentukan jenis relasi dengan pelanggan, apakah personal atau automated karena relasi yang pilih sangat menentukan bagaimana customer experience yang dihasilkan.


5. Revenue Streams (RS)

 RS merepresentasikan cash yang di generate dari tiap customer segmen dengan biaya yang harus dikurangi dari pendapatan atau revenue untuk mendapatkan nilai keuntungan. Tiap-tiap RS dapat memiliki mekanisme pricing yang berbeda, seperti fixed list, lelang, tawar-menawar, volume-dependent, yield management, dan market-dependent. 


Terdapat beberapa contoh pertanyaan yang berhubungan dengan 5 blok tersebut, yaitu:

1.      Customer Segments : Siapa yang akan membeli produk anda? Siapa yang mau membayar Anda?

2.      Value Proposition : Mengapa orang memilih untuk menggunakan produk atau jasa Anda? Apa keunggulan bisnis Anda dibanding kompetitor yang lain? Apa yang paling menarik dari model bisnis Anda?

3.      Channels : Bagaimana cara pelanggan dapat mengetahui produk atau jasa yang Anda tawarkan? Bagaimana cara produk atau jasa bisa sampai ke tangan pelanggan? Apakah cara itu efektif?

4.      Customer Relationship : Bagaimana cara Anda untuk selalu connect dengan pelanggan? Bagaimana Anda memastikan pelanggan puas setelah menggunakan produk atau jasa Anda?

5.      Revenue Streams : Bagaimana cara bisnis Anda menghasilkan uang? Apa saja produk atau jasa yang Anda jual?


Contoh first 5 blocks Business Model Canvas (BMC) Dissert Box




Dengan menggunakan Business Model Canvas (BMC) ini tentunya ide bisnis akan lebih terstruktur dan bisnis yang dijalani akan berkembang.



Demikian tutorial tentang My Idea Business Model Canvas (BMC), semoga bermanfaat ya. 

Kamis, 15 Oktober 2020

Business Model Canvas (BMC)

Salam kenal dari saya bagi para pembaca blog ini semoga selalu diberikan kesehatan di masa pandemi COVID-19, pada kesempatan kali ini saya ingin membagikan pengetahuan tentang dunia bisnis yaitu Business Model Canvas. Berikut ini adalah beberapa hal yang akan saya bahas dalam artikel ini,


·         Apa yang Dimaksud Business Model?

·         Apa Itu Business Model Canvas (BMC)?

·         Kegunaan atau Tujuan Business Model Canvas (BMC)

·         Contoh Business Model Canvas (BMC)


APA YANG DIMAKSUD BUSINESS MODEL (MODEL BISNIS)

Ketika Anda sudah memiliki ide, maka Anda harus merumuskan pula business model untuk divalidasi. Namun, sebelumnya apa yang dimaksud dengan business model?

Secara sederhana business model atau model bisnis diartikan sebagai proses bagaimana perusahaan menciptakan value dan mendapatkan keuntungan dari value yang diciptakan secara berkelanjutan. Sedangkan menurut Alexander Osterwalder, business model atau model bisnis adalah gambaran dasar bagaimana sebuah organisasi (perusahaan) membuat, men-deliver dan menangkap value yang ada. Business model memiliki sifat seperti blueprint yang digunakan untuk strategi yang akan diimplementasikan ke seluruh organisasi, proses, dan sistem.

 

Contohnya adalah pernahkah Anda bermain game Mobile Legend di Android? Jika pernah, kita dapat mengunduhnya secara gratis, bukan? Lalu darimana si pencipta game ini akan mendapatkan uang? Tentunya dengan cara menjual items seperti diamond yang di dalam game tersebut harus dibayar dengan real cash. Model bisnis seperti ML atau Mobile Legend ini disebut dengan model bisnis freemium. Dalam sebuah model bisnis di mana mereka dapat memberikan value secara gratis (free) secara penuh, namun mereka yang ingin memiliki value lebih banyak lagi diharuskan membayar dengan uang yang disebut dengan model bisnis premium.

 

APA ITU BUSINESS MODEL CANVAS (BMC)?


Business Model Canvas atau BMC merupakan sebuah tools yang dikembangkan oleh Alexander Osterwalder melalui bukunya Business Model Generation. Dalam buku tersebut, Alexander mencoba untuk menjelaskan sebuah framework yang sederhana untuk mempresentasikan elemen-elemen yang terdapat dalam sebuah model bisnis. BMC dikembangkan untuk membantu organisasi bisnis dan pengusaha pemula untuk memetakan dan melakukan sebuah analisa terhadap modal bisnis mereka.

 

BMC dikembangkan dengan mempertimbangkan 9 (sembilan) blok utama yang harus diperhatikan dalam memetakan model bisnis. Selanjutnya kesembilan blok utama ini akan terangkum dalam satu canvas (1 halaman). Hal ini juga yang membuat BMC lebih unggul, karena dengan kesederhanaannya yang hanya terdiri dari 1 halaman ini ternyata powerful untuk memberikan pemahaman tentang model bisnis secara utuh.

 

KEGUNAAN ATAU TUJUAN BUSINESS MODEL CANVAS (BMC)

Business model canvas (BMC) tidak hanya populer di perusahaan besar yang mapan saja, namun juga populer di kalangan entrepreneur dan intrapreneur dalam memetakan, validasi, menganalisis, dan melakukan inovasi di model bisnis yang telah ada. Kegunaan atau tujuan dari business model canvas yang saya temukan, yaitu:


1.      Fokus

Mampu menajamkan fokus dan membuat kejelasan mengenai model bisnis yang diajukan dibandingkan membuat rencana bisnis yang tebalnya hingga berhalaman-halaman.

2.      Fleksibel

Mudah untuk dimodifikasi dengan tetap memberikan pandangan secara menyeluruh terhadap model bisnis.

3.      Transparansi

Digunakan untuk mengkomunikasikan visi dan model bisnis kepada tim, selain itu dengan BMC tim menjadi lebih mudah untuk mengerti seperti apa model bisnis yang ada di organisasi.

4.      Diskusi Bisnis Lebih Terstruktur

BMC dapat dijadikan sebagai brainstroming dari bisnis yang dilakukan secara menyeluruh. 9 blok utama yang terdapat dalam business model canvas memang mempercepat proses meeting yang biasanya memerlukan waktu cukup lama dan metode ini sangat membantu diskusi dalam meeting menjadi lebih terstruktur dan tidak melenceng ke masalah lain.

5.      Lebih Cepat

BMC dengan lebih cepat akan menjadikan ide bisnis yang ada langsung diwujudkan. Dengan adanya kesembilan blok utama yang terdapat dalam BMC merupakan kunci untuk mewujudkan bisnis yang optimal meskipun masih dalam fase mentah atau awal.

6.      Membangun Portofolio Ide

Dengan menggunakan BMC hanya perlu membutuhkan waktu hanya beberapa menit hingga beberapa jam untuk membuat sketsa modelnya dengan berbagai ide bisnis yang ada. Dengan kata lain, sangat mudah dijabarkan ide-ide yang ada dengan menggunakan BMC ini.

7.      Memiliki Intuisi

Jika diibaratkan sebuah panggung, BMC adalah dua bagian, yaitu bagian depan dan bagian belakang. Di bagian depan akan memperlihatkan apa saja yang diperlukan agar bagian ini dapat menjadi semenarik mungkin di mata penonton menjadikan yang tidak mungkin akan menjadi mungkin untuk dilaksanakan. BMC ini memiliki intuisi yang tajam dalam membantu mewujudkan bisnis yang sedang dibuat.

8.      Nilai Penempatan Konsumen

Dengan BMC dapat mengetahui nilai proporsi atau nilai penempatan antara konsumen dengan produk yang ada pada bisnis Anda. Anda dapat mengetahui bagaimana layanan yang diberikan perusahaan kepada konsumen selain itu dapat mengetahui bagaimana masalah konsumen dapat terpecahkan, lalu apakah konsumen Anda merasa puas dengan pelayanan tersebut.

9.      Menyusun Strategi Ke Depan

Memetakan bisnis dengan BMC tidak membuat Anda hanya fokus kepada bagian marketing saja atau bagian produk saja, namun BMC akan memperhatikan seluruh elemen yang ada dan membangun bisnis tersebut. Dengan demikian, pemilik usaha akan sangat mudah untuk menentukan bagaimana strategi bisnis yang tepat yang harus dilakukan ke depannya. BMC akan memberikan petunjuk dari semua hal yang mendukung terbentuknya strategi baru yang memungkinkan untuk dijalankan pada bisnis tertentu.

10.  Efektif Bagi Pemula

BMC sangat disarankan bagi Anda yang baru merintis bisnis, walaupun bisnis tersebut akan dijalankan dengan skala besar, pemiliknya akan lebih mudah untuk mengidentifikasikan bagaimana perbedaan dari tiap-tiap komponen yang ada pada BMC.

11.  Cocok Untuk Online Shop

Memiliki bisnis online bukan berarti Anda dapat menjual produk atau jasa secara online dengan begitu mudah. Namun, diperlukan trik dan strategi khusus yang harus dilakukan agar penjualan dapat meningkat, setelah dipetakan pada bisnis model canvas, online shop tidak begitu saja dengan berfikir bahwa mendapatkan visitor tertarget sebanyak mungkin dan mencari supplier barang semurah mungkin, lalu memperbesar penjualan agar mendapatkan laba yang maksimal.

12.  Membawa Perubahan Baru

Kehadiran BMC merupakan sebuah inovasi untuk menjalankan bisnis dengan lebih baik lagi. Bisnis yang baik merupakan bisnis yang dapat terus berkembang mengikuti zaman dan memberikan pelayanan yang terbaik untuk konsumennya.

13.  Lapangan Pekerjaan Yang Luas

Meskipun sederhana, BMC terdapat 9 blok utama yang menjadi modal awal untuk dapat memetakan bisnis lewat BMC ini yang memiliki cakupan luas dan tugas masing-masing agar keseluruhan tugas tersebut dapat berjalan dengan maksimal demi terwujudnya suatu bisnis tertentu, maka dibutuhkan cukup banyak karyawan untuk dapat menghandlenya.

14.  Kebutuhan Konsumen Menjadi Tepat

BMC dapat membantu para pemilik bisnis untuk mengetahui apa saja yang menjadi kebutuhan konsumen dengan tepat. Dengan adanya BMC ini pemilik bisnis akan mempelajari terlebih dahulu apa yang benar-benar konsumen inginkan sebenarnya.


9 Building Blocks 



9 building block merupakan konsep yang dapat mendeskripsikan dan menunjukkan logika bagaimana sebuah perusahaan yang menghasilkan pendapatan atau make money. Dengan konsep ini dapat menjadi satu bahasa bersama dengan yang memudahkan Anda dalam mendeskripsikan dan memanipulasi business model untuk strategi yang baru.

 

9 blocks yang wajib Anda ketahui dan pahami, yaitu:

Customer Segments (CS)

Value Propositions (VP)

Channels (CH)

Customer Relationship (CR)

Revenue Streams (RS)

Key Activities (KA)

Key Resources (KR)

Key Partnership (KP)

Cost Structure (CS)

 

Penjelasan lebih lanjut saya jabarkan berikut ini.


1. Customer Segments (CS)

CS menunjukkan sekelompok orang atau organisasi yang berbeda, yang ingin dicapai atau dilayani suatu perusahaan. Customer merupakan inti dari semua business model karena dengan tanpa (profitable) customer, perusahaan tidak akan mampu bertahan lama.perusahaan haus mendefinisikan dengan jelas, segmen customer yang harus dilayani, mana yang perlu untuk dihindari. Dalam block ini perlu menentukan segmen pelanggan yang akan menjadi target bisnis Anda.

    2.  Value Propositions (VP)

VP dapat dikatakan sebagai penjelasan dan rincian dari keunggulan suatu produk dan apa saja sebenarnya poin-poin yang dapat mendatangkan banyak manfaat yang ditawarkan dari perusahaan bagi target pelanggannya. VP dapat memecahkan masalah customer atau dapat memenuhi kebutuhannya dan bersifat inovatif serta merepresentasikan penawaran yang baru dan disruptive atau memiliki sifat sama atau sejenis dengan yang sudah ada tetapi dengan beberapa tambahan fitur.

     3. Channels (CH)

Channels memaparkan bagaimana sebuah perusahaan dalam berkomunikasi dan menggapai segmen customer mereka dalam men-deliver VP. Komunikasi, distribusi, dan penjualan merupakan interface antara perusahaan dan pelanggan. Channels merupakan customer touch point yang dapat memainkan peran penting dalam customer experience. Channels dapat dibedakan menjadi dua tipe, yaitu Direct (tenaga penjual atau sales, website, atau toko pribadi) dan Indirect (partner stores, atau wholesaler). Channels terdiri dari 5 fase, yaitu Awareness, Evaluation, Purchase, Delivery, dan After Sales.

    4.   Customer Relationship (CR)

CR memaparkan jenis relasi yang dibangun oleh perusahaan dengan pelanggan. Perusahaan harus menentukan jenis relasi dengan pelanggan, apakah personal atau automated karena relasi yang pilih sangat menentukan bagaimana customer experience yang dihasilkan.

     5. Revenue Streams (RS)

RS merepresentasikan cash yang di generate dari tiap customer segmen dengan biaya yang harus dikurangi dari pendapatan atau revenue untuk mendapatkan nilai keuntungan. Tiap-tiap RS dapat memiliki mekanisme pricing yang berbeda, seperti fixed list, lelang, tawar-menawar, volume-dependent, yield management, dan market-dependent.

    6. Key Activities (KA)

KA memaparkan hal-hal penting atau aktivitas yang harus dilakukan perusahaan agar business model dapat berjalan. KA dapat dikategorikan menjadi production, problem solving, dan platform atau network. Contohnya adalah perusahaan konsultan yang memiliki problem solving sebagai KA. Untuk manufaktur, supply chain management sebagai salah satu KA.

     7. Key Resources (KR)

KR memaparkan aset atau sumber daya yang sangat penting yang merupakan aset kunci dimana diperlukan untuk membuat sebuah business model berjalan. KR dapat berbentuk fisikal, finansial, intelektual, atau manusia. KR ini dapat dimiliki atau disewa oleh perusahaan atau dapat didapatkan dari partner.

     8. Key Partnerships (KP)

KP memaparkan jaringan supplier atau partner yang membuat sebuah business model berjalan. Perusahaan akan membentuk relasi dengan partner yang digunakan untuk banyak alasan sehingga partnership dapat menjadi hal yang sangat penting bagi banyak business model. Partnerships dibedakan menjadi empat, yaitu strategic alliances, cooperation, joint ventures, dan buyer-supplier.

     9. Cost Structure (CS)

CS memaparkan semua biaya yang muncul digunakan untuk menjalankan sebuah business model. Biaya akan muncul ketika perusahaan membuat dan men-deliver value, me-maintain CR, dan lain-lain akan mudah diidentifikasi setelah mendefinisikan KR, KA, dan KP.

 

 

CONTOH BMC

 



1.      Customer Segments : Siapa yang akan membeli produk anda? Siapa yang mau membayar Anda?


2.     Value Proposition : Mengapa orang memilih untuk menggunakan produk atau jasa Anda? Apa keunggulan bisnis Anda dibanding kompetitor yang lain? Apa yang paling menarik dari model bisnis Anda?


3.     Channels : Bagaimana cara pelanggan dapat mengetahui produk atau jasa yang Anda tawarkan? Bagaimana cara produk/jasa bisa sampai ke tangan pelanggan? Apakah cara itu efektif?


4.     Customer Relationship : Bagaimana cara Anda untuk selalu connect dengan pelanggan? Bagaimana Anda memastikan pelanggan puas setelah menggunakan produk atau jasa Anda?


5.      Revenue Streams : Bagaimana cara bisnis Anda menghasilkan uang? Apa saja produk atau jasa yang Anda jual?


6.      Key Activities : Apa kegiatan yang Anda lakukan untuk menciptakan value proposition? Apa strategi yang bisnis Anda lakukan sehingga target perusahaan dapat tercapai?


7.      Key Resources : Apa sumber daya utama yang harus Anda miliki untuk menjalankan bisnis Anda? Asset apa saja yang Anda butuhkan agar bisnis dapat bersaing dengan bisnis serupa?


8.      Key Partnership : Siapa yang dapat mengerjakan hal-hal kebutuhan perusahaan diluar key activities-nya? Siapa pihak supplier atau vendor yang paling menentukan kesuksesan perusahaan Anda?


9.      Cost Structure : Pengeluaran apa saja yang dibutuhkan untuk menjalankan model bisnis ini? Komponen biaya apa yang dibutuhkan pada setiap elemen key activities, key resources, dan channel?

 

 

 

Semoga bermanfaat.

Digital Marketing

Hai, terima kasih sudah berkunjung ke blog ini dan salam kenal dari saya bagi yang baru berkunjung, semoga ilmu yang di dapat dari blog ini ...